Tak Perlu Cemas Biaya Hidup, Beasiswa Mahasiswa Berprestasi Hadir Kembali di Kota Mojokerto

Zainul Arifin
Ilustrasi beasiswa mahasiswa. (Foto: iNews)

MOJOKERTO, iNewsMojokerto.id -  Program Beasiswa Mahasiswa Berprestasi atau Pro Bestari kembali hadir di tahun ini. Program Pemerintah Kota Mojokerto tersebut berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya membantu meringankan beban finansial yang ditanggung para orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan program itu merupakan salah satu kebijakan strategis Pemerintah Kota Mojokerto sebagai implementasi dari misi pertama, yaitu membentuk sumber daya manusia yang berkarakter, unggul, dan berdaya saing melalui pemerataan akses serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. 

"Biaya kuliah itu bukan cuma soal UKT. Kadang biaya kos, makan, transportasi, dan kebutuhan buku atau literasi itu jauh lebih besar dan sering bikin mahasiswa pusing. Di sinilah Pemkot hadir, supaya anak-anak hebat Kota Mojokerto bisa fokus belajar tanpa perlu cemas memikirkan biaya hidup," tutur Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.

Dia mengatakan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto juga bersinergi dengan Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Kota Mojokerto Jalur yang dikhususkan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu tanpa pembatasan syarat universitas negeri, yang pendaftarannya resmi dibuka 3 September 2026.

Program tersebut di luar beasiswa prestasi berbasis capaian akademis maupun nonakademis dengan sistem penilaian bobot prestasi (mulai tingkat kota hingga internasional).

Sementara itu, Salah satu penerima manfaat, Hermin, warga Pulowetan mengatakan putranya berhasil lulus tepat waktu (3,5 tahun) di jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang berkat dukungan Pro Bestari selama tiga tahun. Perolehan IPK 3,88 membuat  anaknya langsung terserap ke dunia kerja di salah satu perusahaan swasta nasional.

"Pada semester pertama anak saya belum bisa menerima karena masih mahasiswa baru dan harus memenuhi persyaratan IPK terlebih dahulu. Kemudian memasuki tahun kedua, mendapatkan beasiswa selama dua semester, begitu pula pada tahun ketiga," katanya

Hal serupa juga disampaikan oleh Zakiyah, warga Pulorejo yang menceritakan adiknya berkuliah di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) lulus dalam waktu 3,5 tahun dan menjadi sarjana pertama di keluarganya.

Editor : Zainul Arifin

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network