JOMBANG, iNewsMojokerto.id – Sistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di Jombang, Jawa Timur memikat Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat. Di mana, proses pemilahan sampah dilakukan sejak dari sumber asalnya.
Pola tersebut lebih efektif dibandingkan metode konvensional yang selama ini hanya berfokus pada pengumpulan, pengangkutan, dan pembuangan ke tempat pemrosesan akhir (TPA).
"Yang menarik di Jombang adalah sampah tidak langsung dibuang ke TPA. Sejak awal sudah dipilah sesuai jenisnya, kemudian dikelola melalui berbagai proses sehingga hanya sebagian kecil yang benar-benar berakhir di TPA," kata Jumhur saat mengunjungi TPA di Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, Rabu (15/7/2026).
Melalui mekanisme itu, volume sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan hingga sekitar 30 persen. Sementara sebagian besar lainnya dimanfaatkan kembali melalui konsep ekonomi sirkular sehingga memiliki nilai guna sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Selain membantu mengurangi beban lingkungan, sistem tersebut, juga membuka peluang terciptanya lapangan kerja baru di sektor pengelolaan sampah atau green jobs. Apabila kapasitas pengolahan terus ditingkatkan, maka nilai ekonomi juga akan semakin besar.
"Kalau volume sampah yang diolah semakin besar, tentu akan terbentuk skala ekonomi. Itu akan membuat sistem pengelolaan menjadi lebih kuat dan tidak terlalu bergantung pada subsidi pemerintah," katanya.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
