Perajin Tahu di Kediri Menjerit! Harga Kedelai Naik Imbas Pelemahan Rupiah

Joko Dwi
Demi bertahan dari lonjakan biaya produksi, perajin tahu Kediri terpaksa menaikkan harga jual tahu dan mengurangi kapasitas produksi imbas pelemahan rupiah. (Foto: Joko Dwi)

KEDIRI, iNewsMojokerto.id– Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berimbas pada pelaku usaha tahu di Kediri, Jawa Timur. Kondisi ini memicu kenaikan harga kedelai yang menjadi bahan baku utama produksi.

Demi bertahan dari lonjakan biaya produksi, mereka terpaksa menaikkan harga jual tahu dan mengurangi kapasitas produksi.

Salah satunya dirasakan Tri Pramulaksono, perajin tahu di Kampung Tahu, Gang IV, Kelurahan Tinalan, Kota Kediri. Ia mengaku harga kedelai impor terus meningkat dalam dua bulan terakhir. Sebelumnya berkisar Rp9.000 per kilogram (kg) kini mencapai Rp10.800 per kg.

Menurutnya, kedelai impor masih menjadi pilihan utama karena menghasilkan kualitas tahu yang lebih baik dibanding kedelai lokal. Meski biaya produksi melonjak, Tri tetap mempertahankan produksi dengan menaikkan harga tahu sekitar Rp100 per potong. 

“Untuk mengatasinya ya mengurangi produksi dan menaikkan harga tahu. Kalau mengecilkan ukuran tidak bisa karena cetakannya tidak bisa diubah,” kata Tri saat ditemui di tempat produksinya, Selasa (9/6/2026).

Tri mengatakan jumlah produksi tahu harian dikurangi guna mengendalikan biaya operasional. Jika sebelumnya dilakukan hingga lima kali dalam sehari, kini proses produksi dilakukan tiga hingga empat kali. “Dulu bisa lima kali masak, sekarang tinggal tiga sampai empat kali,” ujarnya.

Editor : Zainul Arifin

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network