Perajin Tahu di Kediri Menjerit! Harga Kedelai Naik Imbas Pelemahan Rupiah

Joko Dwi
Demi bertahan dari lonjakan biaya produksi, perajin tahu Kediri terpaksa menaikkan harga jual tahu dan mengurangi kapasitas produksi imbas pelemahan rupiah. (Foto: Joko Dwi)

Dalam satu kali proses produksi, kata Tri, dibutuhkan sekitar delapan kilogram kedelai yang menghasilkan sekitar 200 potong tahu. Kenaikan harga bahan baku membuat margin keuntungan kian menipis sehingga pengurangan produksi menjadi pilihan yang sulit dihindari.

Tidak hanya berdampak pada perajin, kenaikan harga tahu juga mulai memengaruhi daya beli masyarakat. Sejumlah konsumen disebut memilih mencari produk lain yang harganya lebih terjangkau.

“Permintaan juga berkurang. Karena harga naik, pembeli kadang mencari yang lebih murah. Semua pedagang juga bersaing,” katanya.

Tri menuturkan kondisi itu telah berlangsung sekitar dua bulan terakhir seiring kenaikan harga kedelai impor yang dipengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk membantu menstabilkan harga kedelai agar usaha tahu skala rumahan tetap dapat bertahan.

“Yang paling penting pemerintah harus bisa mengatasi masalah ini. Kalau harga kedelai terus naik, tentu semakin sulit bagi perajin,” tandasnya.

Editor : Zainul Arifin

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network