get app
inews
Aa Text
Read Next : Gus Salam Sebut Ada Kekerasan saat Muktamar ke 35 NU di Jombang, Minta Dituntaskan Lewat Hukum

Kekerasan Pengurus NU Bukan di Arena Muktamar Tapi di Hotel Jombang, Diserahkan Proses Hukum

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:59 WIB
header img
Ketua Panlok Muktamar ke 35 NU Gus Rozaq. (Foto: Zainul Arifin)

JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Ketua Panitia Lokal Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq menegaskan bahwa dugaan kekerasan terhadap pengurus Nahdlatul Ulama (NU) terjadi di luar arena Muktamar ke-35 NU, kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas

Menurut Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang itu, kejadian berlangsung di hotel kawasan Kepatihan, Jombang.

Pemukulan terjadi di salah satu hotel di Jalan Kepatihan, bukan wilayah yang berada dalam jangkauan Panlok,” katanya kepada wartawan, di kediamannya, Minggu (30/8/2026) dini hari.

Informasi lokasi kejadian itu didapatkan Gus Rozaq dari kepolisian. Adapun kejadiannya pada Kamis 27 Agustus 2026 pukul 23.00 WIB. Disampaikan Gus Rozaq, baik korban maupun terlapor berasal dari Kalimantan. "Pelapor bernama Muhammad Nasir Irfan dan saksi bernama Imam Bukhari.Terlapor Alwan Saputra, muktamirin Ketua PWNU Kalimantan Utara," ujarnya membacakan laporan kepolisian.

Korban disebut merupakan salah satu pengurus NU yang juga kemungkinan berstatus sebagai delegasi resmi Muktamar. Namun, status sebagai delegasi tidak serta-merta menjadikan kejadian itu sebagai peristiwa yang berlangsung di arena Muktamar.

"Korbannya salah satu pengurus NU, otomatis mungkin dia juga sebagai delegasi resmi, tapi saya pastikan tidak terjadi di wilayah Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang," ujarnya.

Gus Rozaq mengaku belum mengetahui secara pasti motif insiden itu. Kemungkinan motif pribadi maupun berkaitan dengan dinamika Muktamar masih perlu dibuktikan melalui proses yang berjalan.

"Motifnya kami kurang tahu. Bisa jadi masalah pribadi atau mungkin masalah yang terkait dengan dinamika muktamar ini. Yang jelas, saya pastikan tidak terjadi di wilayah Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang,” tegas Gus Rozaq.

Karena kejadiannya berlangsung di luar lokasi dan fasilitas penginapan yang disiapkan panitia, Gus Rozaq pun tidak mengetahui secara langsung. Menurut dia, panitia hanya memiliki tanggung jawab pengamanan 24 jam di lokasi penginapan resmi peserta yang berada di kawasan Tambakberas.

“Panitia tidak mengetahui sama sekali karena terjadinya bukan di tower atau penginapan yang disiapkan panitia,” ucapnya.

Gus Rozaq menambahkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus dugaan penganiayan itu kepada aparat penegak hukum. Dirinya berharap persoalan itu dapat diselesaikan melalui mekanisme hukum apabila memang telah dilaporkan kepada polisi. “Kalau memang sudah diranai ke polisi, ya ikuti proses yang berjalan,” kata dia.

Peristiwa dugaan kekerasan terhadap pengurus NU saat Muktamar ke 35 NU berlangsung di Tambakberas mencuat ke publik setelah pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar Jombang KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam mengungkap ke publik pada Sabtu (29/8/2026).

Dalam konferensi pers, Gus Salam meminta kasus yang telah dilaporkan ke Polres Jombang tersebut untuk dituntaskan secara hukum. 

"Ada salah satu teman kami dari daerah yang mengalami kekerasan oleh PW (pengurus wilayah) nya. Daerah mana dan namanya kami rahasiakan dulu. Sudah dilaporkan kepada Polres Jombang," katanya.

Menurut Gus Salam, korban merupakan pengurus PCNU. Ia baru bercerita kepada dirinya pada Jumat malam. Bentuk kekerasan yang dialami adalah pemukulan dan kejadiannya di Jombang. "Dipukuli. Alasannya karena yang bersangkutan tidak mengikuti arahan dari pengurus wilayah," katanya.

Ia pun menyayangkan dugaan kekerasan itu, terlebih terjadi di tengah pelaksanaan Muktamar NU.  "Ada kekerasan di tengah-tengah Muktamar ini sangat memprihatinkan," tandasnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Magribi Agung Saputra mengatakan bahwa dirinya masih akan melakukan pengecekan laporan tersebut. "Saya cek dulu ya," kata Magribi dihubungi Sabtu (29/8/2026).

Editor : Zainul Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut