Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ini Dia 9 Kiai Tim AHWA Penentu Rais Aam dan Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-35 NU Jombang
Advertisement . Scroll to see content

Apel Pengamanan Muktamar NU, Kapolres Jombang Minta Personel Deteksi Gangguan Sejak Dini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:24 WIB
  • author Zainul Arifin
Apel Pengamanan Muktamar NU, Kapolres Jombang Minta Personel Deteksi Gangguan Sejak Dini
Apel gelar pasukan pengamanan Muktamar ke 35 NU di Polres Jombang. (Foto: Zainul Arifin)

JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan memimpin apel gelar pasukan kesiapan pengamanan rangkaian Muktamar ke - 35 Nahdlatul Ulama (NU) Tahun 2026, di Mapolres Jombang, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026). Dalam apel itu, Kapolres meminta personel untuk deteksi dan mencegah gangguan sejak dini.

Apel untuk memastikan kesiapan pengamanan seluruh rangkaian Muktamar NU yang dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang dan  berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 tersebut diikuti Sat Brimob Polda Jatim, Dit Samapta Polda Jatim, serta dari Polres Kediri, Polres Nganjuk, dan Polres Mojokerto.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam apel tersebut, di antaranya AKBP I Made Dhanu Wardana, selaku Kabag Dalops Roops Polda Jatim, Kompol Hermanto selaku Kasubbag Binlakops Polda Jatim, serta jajaran pejabat utama Polres Jombang.

Kapolres Jombang dalam amanatnya menekankan lima hal yang harus menjadi perhatian seluruh personel kepolisian. Pertama, setiap anggota harus memahami tugas dan peran masing-masing dalam pelaksanaan pengamanan.

“Kemudian kedua, laksanakan tugas secara humanis, profesional, dan proporsional. Muktamar akan dihadiri para kiai, ulama, tokoh masyarakat, serta masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk ibu-ibu dan anak-anak. Oleh karena itu, kedepankan pelayanan yang humanis,” tegasnya.

Selanjutnya, Kapolres Jombang meminta seluruh personel meningkatkan deteksi dini dan cegah dini serta tidak meremehkan setiap perkembangan situasi di lapangan.

“Jangan underestimate terhadap situasi yang ada. Dengan jumlah massa yang diperkirakan dapat mencapai 90 ribu orang, setiap potensi gangguan harus segera dideteksi dan dicegah agar tidak berkembang,” ujarnya.

Editor: Zainul Arifin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut