Menuju Muktamar ke 35 NU, Kiai Jombang Ungkap Pemimpin PBNU Dan Bahaya Politik Uang
Kiai Hasan tidak menampik banyak nama yang diperbincangkan dalam bursa calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke 35 NU tahun ini. Bahkan dia juga telah mengetahui.
Seperti Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Menteri Agama Nasaruddin Umar, Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), serta KH Abdussalam Shohib (Gus Salam).
"Hampir semuanya (calon) cocok, tergantung muktamirin nanti mengupas satu persatu figur yang ditampilkan, nanti akan disaring hingga mengerucut satu nama," kata Wakil Rais Syuriyah PCNU Jombang tersebut.
Dia yang mengaku bangga Muktamar NU kembali digelar di Jombang, berharap momentum tidak hanya pergantian pengurus NU, tetapi memperkuat peran NU dalam menjawab berbagai tantangan umat.
"Harapannya seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan suasana yang teduh, aman, dan tidak terjadi hal-hal yang mengganggu jalannya forum," katanya
Ia menilai forum permusyawaratan tertinggi di tubuh NU itu menjadi momentum penting bagi para muktamirin dan ulama, untuk merumuskan berbagai kebijakan yang mampu membawa organisasi semakin maju, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Muktamar NU ke 35 tahun 2026 dijadwalkan pada 27-31 Desember di Tambakberas Jombang. Panitia hingga kini terus mematangkan persiapan acara yang diperkirakan dihadiri ratusan ribu Nahdliyyin itu. Persiapan yang dimatangkan mulai dari fasilitas lahan parkir, penginapan serta lainnya.
Editor: Zainul Arifin