Hari Anak Nasional 2026 Tanpa Gawai, Ratusan Murid SD dan TK di Jombang Pilih Permainan Tradisional
Sementara untuk cerita tentang tentang alien dipilih bukan sekedar hiburan, tetapi menjadi media seni pertunjukan yang memang dirancang khusus agar layak dinikmati oleh anak-anak.
"Pertunjukan ini bercerita tentang alien yang kebingungan mencari tempat tinggal di Bumi karena pesawatnya rusak dan tidak bisa kembali ke luar angkasa. Kami ingin menghadirkan tontonan yang memang ramah dan sesuai untuk usia anak," katan dia.
Keunikan lain dari pertunjukan tersebut terlihat pada seluruh properti yang digunakan. Hampir seluruh kostum dan perlengkapan dibuat dari kardus bekas yang dipadukan dengan bambu sebagai pegangan.
"Melalui properti dari kardus bekas, kami juga ingin mengedukasi bahwa membuat pertunjukan tidak harus menggunakan perlengkapan yang mahal. Barang bekas pun bisa disulap menjadi media kreatif yang menyenangkan," tambahnya.
Alfam berharap peringatan Hari Anak Nasional tahun ini tidak berhenti pada seremonial semata, tetapi benar-benar menjadi pengingat pentingnya memenuhi hak-hak anak, khususnya hak untuk bermain.
"Kami berharap hak-hak anak semakin banyak difasilitasi, baik oleh pemerintah, sekolah, maupun komunitas. Hak bermain sering kali mulai terpinggirkan karena padatnya aktivitas belajar. Padahal, melalui permainan tradisional dan seni pertunjukan, anak-anak bisa belajar, berinteraksi, dan tumbuh dengan bahagia," tuturnya.
Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2026 di SDN Kademangan 3 menjadi bukti bahwa kebahagiaan anak tidak selalu lahir dari teknologi atau permainan modern di gawai. Berbekal permainan tradisional, kreativitas dari barang bekas, dan sebuah cerita sederhana tentang alien yang ingin pulang ke rumahnya, dapat membuat ratusan anak dapat tertawa lepas, bermain bersama, sekaligus merasakan kembali hak mereka menjadi anak-anak.
Editor : Arif Ardliyanto