Surplus 10 Persen, Jombang Masih Jadi Magnet Investasi di Tengah Gejolak Global
JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Iklim investasi di Jombang, Jawa Timur masih kondusif meski dunia tengah dihadapkan pada berbagai tantangan geopolitik dan tekanan fiskal. Bahkan, performa investasi Jombang pada awal 2026 menunjukkan tren sangat positif berkat berbagai kemudahan dan dukungan yang disiapkan pemerintah daerah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jombang, Bayu Pancoroadi pun optimis tahun ini mampu mencapai target Rp2,56 triliun yang ditetapkan oleh Provinsi Jawa Timur.
"Catatan pada Triwulan I (TW I) menunjukkan realisasi kita surplus hingga 10 persen dari target berkala. Dari target TW I sebesar Rp640 miliar, kita menembus angka Rp896 miliar," kata Bayu usai penandatanganan perjanjian kerja sama dengan pemerintah provinsi belum lama ini.
Untuk menjaga momentum positif tersebut, DPMPTSP Jombang telah menyiapkan berbagai strategi taktis. Meliputi penyebaran peta potensi investasi secara masif melalui media sosial di skala lokal maupun nasional, serta memberikan pengawalan dan pendampingan perizinan secara intensif bagi para investor.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Jombang Salmanudin menegaskan bahwa investasi merupakan motor penggerak kesejahteraan masyarakat. Bagi Jombang, investasi bukan sekedar menghadirkan modal, melainkan jembatan untuk membuka lapangan kerja baru dan mempercepat pembangunan lokal.
"Kami ingin memastikan bahwa Jombang terus bergerak, terus berbenah, dan terus membuka ruang kolaborasi. Kabupaten Jombang memiliki potensi luar biasa yang siap dikembangkan secara optimal dan berkelanjutan," ujarnya.
Salmanudin juga menambahkan bahwa target besar tersebut akan dikawal dengan peningkatan kualitas pelayanan publik, kepastian regulasi, kemudahan perizinan, serta penyediaan infrastruktur penunjang yang memadai.
"Kami memandang investasi sebagai ikhtiar bersama untuk membangun masa depan daerah. Oleh karena itu, sinergi, inovasi, dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat harus menjadi ruh dalam setiap kebijakan pembangunan di Kabupaten Jombang," katanya.
Editor: Zainul Arifin