Prof Nuh Sebut Muktamar ke 35 NU di Jombang Bertepatan 100 Tahun Dan Momentum Reuni Akbar Imajiner
Nuh mengatakan, urusan teknis pelaksanaan dikomandani langsung duet Ketua dan Sekretaris OC, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Amin Said Husni. Sementara urusan substansi, materi, dan konten apa saja yang akan dibahas, menjadi domain penuh yang disiapkan oleh Steering Committee.
Dukungan finansial yang sehat dan dikelola secara arif juga menjadi kunci penting yang disinggung M. Nuh. Secara berseloroh namun penuh apresiasi, ia memuji bendahara panitia yang diistilahkannya memiliki karakter “Good Fan”—sebuah pelesetan dari bahasa Jawa yang berarti orang yang memegang uang secara baik dan menyalurkannya dengan penuh kearifan.
Berangkat dari kesadaran tempat pelaksanaan yang sakral di area pesantren para muassis, Nuh menegaskan bahwa Muktamar Ke-35 NU ini harus dilalui dengan suasana hati yang senang dan gembira. Hal ini sejalan dengan apa yang ditekankan oleh Ketua OC, Gus Ipul, yang menargetkan hajat ini menjadi muktamar yang gembira dan penuh berkah.
M. Nuh menganalogikan bahwa kedatangan warga NU ke muktamar ini layaknya anak-anak yang datang untuk bersilaturahmi kepada orang tuanya setelah terpisah lama. Rasa rindu yang membuncah setelah sekian lama tidak bertemu akan membuat semua orang ingin memberikan persembahan yang terbaik.
Di sisi lain, ia mengingatkan sebuah pesan moral yang mendalam mengenai hubungan orang tua dan anak. Menurutnya, hal yang paling tidak disukai oleh orang tua mana pun, termasuk para muassis NU di alam barzakh, adalah melihat anak-cucunya saling bertengkar ketika berkumpul kembali.
Bagi para sesepuh organisasi, kekurangan dari segi materi atau latar belakang ekonomi bukanlah masalah utama, asalkan anak-cucunya tetap hidup rukun dan bergotong royong. Hal itulah yang melandasi tekad panitia agar muktamar ini dijaga agar tetap sejuk dan damai.
M. Nuh bahkan berkelakar tentang pentingnya menjaga "kesejukan" ini secara harfiah maupun kiasan, yang disambut tawa peserta rapat saat membahas fasilitas pendingin ruangan di aula pesantren. Kiasan tersebut merujuk pada prinsip bahwa dalam suasana yang sejuk, tidak akan ada pihak yang saling mengumbar aib sesama saudara sendiri.
Rais Syuriyah PBNU ini menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas atas persiapan awal yang luar biasa. Sinergi yang kuat antara semangat membara dari panitia pelaksana dan keteduhan pondok pesantren diyakini akan menjadi modal utama melahirkan muktamar yang berkualitas, bermartabat, sejuk, dan membawa berkah bagi jami'yyah.
Editor: Zainul Arifin