Prof Nuh Sebut Muktamar ke 35 NU di Jombang Bertepatan 100 Tahun Dan Momentum Reuni Akbar Imajiner
JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama, Prof Mohammad Nuh (M Nuh) memberikan paparan mendalam dan penuh makna filosofis dalam rapat koordinasi perdana di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur, Kamis (16/7/2026).
Prof Nuh menyoroti momentum kesejarahan yang sangat luar biasa pada pelaksanaan muktamar NU tahun ini. Menurutnya, Jika dihitung berdasarkan kalender Masehi, penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung 27-31 Agustus 2026 itu bertepatan 100 tahun sejak NU didirikan pada tahun 1926 silam.
Karena nilai sejarahnya yang begitu besar, Nuh mengibaratkan muktamar NU di Tambakberas Jombang sebagai sebuah momen "Reuni Akbar Imajiner". Dalam pandangan imajinernya, seluruh muassis atau pendiri NU akan hadir secara spiritual menyelimuti tempat berlangsungnya muktamar.
"Mengingat kehadiran spiritual para pendiri itu, tidak ada pilihan lain bagi panitia dan warga NU selain memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya baik kepada para muassis dan masyayikh yang telah mendahului, maupun kepada para muktamirin yang hadir sebagai tamu yang melanjutkan misi organisasi," terang Nuh.
Oleh karena itu, Nuh menekankan bahwa tahapan persiapan menjadi sesuatu yang sangat mahal harganya. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut mengutip sebuah kaidah manajemen bahwa dalam setiap acara, sebesar 75 persen kesuksesan ditentukan matangnya proses persiapan.
"Apabila persiapan teknis dan substansi dirancang dengan baik, maka pelaksanaan muktamar secara keseluruhan insyaallah akan berjalan sukses. Saat ini, kepanitiaan sendiri bergerak aktif mematangkan dua agenda besar yang saling menopang, yakni kesiapan teknis pelaksanaan dan kesiapan konten materi," ujarnya.
Nuh mengatakan, urusan teknis pelaksanaan dikomandani langsung duet Ketua dan Sekretaris OC, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Amin Said Husni. Sementara urusan substansi, materi, dan konten apa saja yang akan dibahas, menjadi domain penuh yang disiapkan oleh Steering Committee.
Dukungan finansial yang sehat dan dikelola secara arif juga menjadi kunci penting yang disinggung M. Nuh. Secara berseloroh namun penuh apresiasi, ia memuji bendahara panitia yang diistilahkannya memiliki karakter “Good Fan”—sebuah pelesetan dari bahasa Jawa yang berarti orang yang memegang uang secara baik dan menyalurkannya dengan penuh kearifan.
Berangkat dari kesadaran tempat pelaksanaan yang sakral di area pesantren para muassis, Nuh menegaskan bahwa Muktamar Ke-35 NU ini harus dilalui dengan suasana hati yang senang dan gembira. Hal ini sejalan dengan apa yang ditekankan oleh Ketua OC, Gus Ipul, yang menargetkan hajat ini menjadi muktamar yang gembira dan penuh berkah.
M. Nuh menganalogikan bahwa kedatangan warga NU ke muktamar ini layaknya anak-anak yang datang untuk bersilaturahmi kepada orang tuanya setelah terpisah lama. Rasa rindu yang membuncah setelah sekian lama tidak bertemu akan membuat semua orang ingin memberikan persembahan yang terbaik.
Di sisi lain, ia mengingatkan sebuah pesan moral yang mendalam mengenai hubungan orang tua dan anak. Menurutnya, hal yang paling tidak disukai oleh orang tua mana pun, termasuk para muassis NU di alam barzakh, adalah melihat anak-cucunya saling bertengkar ketika berkumpul kembali.
Bagi para sesepuh organisasi, kekurangan dari segi materi atau latar belakang ekonomi bukanlah masalah utama, asalkan anak-cucunya tetap hidup rukun dan bergotong royong. Hal itulah yang melandasi tekad panitia agar muktamar ini dijaga agar tetap sejuk dan damai.
M. Nuh bahkan berkelakar tentang pentingnya menjaga "kesejukan" ini secara harfiah maupun kiasan, yang disambut tawa peserta rapat saat membahas fasilitas pendingin ruangan di aula pesantren. Kiasan tersebut merujuk pada prinsip bahwa dalam suasana yang sejuk, tidak akan ada pihak yang saling mengumbar aib sesama saudara sendiri.
Rais Syuriyah PBNU ini menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas atas persiapan awal yang luar biasa. Sinergi yang kuat antara semangat membara dari panitia pelaksana dan keteduhan pondok pesantren diyakini akan menjadi modal utama melahirkan muktamar yang berkualitas, bermartabat, sejuk, dan membawa berkah bagi jami'yyah.
Editor: Zainul Arifin