get app
inews
Aa Text
Read Next : Dongkrak Lonjakan Pemilih Muda, PDIP Jombang Rombak 21 Pengurus Anak Cabang

Peringati Bulan Bung Karno, Puluhan Kader Banteng Jombang Konvoi Motor ke Blitar

Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:06 WIB
header img
Puluhan kader PDI Perjuangan Jombang konvoi naik motor ke Makam Bung Karno Blitar. (Foto Mojokerto.iNews.id/Aries).

JOMBANG, iNewsMojokerto.id – Puluhan kader banteng Jombang konvoi motor menuju makam Bung Karno di Kota Blitar. Aksi ziarah bersama ini digelar sebagai puncak dari seluruh rangkaian memperingati Bulan Bung Karno, Sabtu (20/6/2026).

Pemberangkatan dimulai dari kantor DPC PDI Perjuangan Jombang. Dari pantauan, suasana tampak ramai peserta konvoi yang kompak menggunakan kendaraan roda dua. Mereka mengenakan atribut lengkap partai berlogo banteng moncong putih. Sebelum roda motor mulai berputar, seluruh peserta terlebih dahulu berkumpul untuk mendengarkan arahan dan imbauan langsung dari pihak panitia serta jajaran pengurus partai.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jombang, Donny Anggun menjelaskan, ziarah ke kota kelahiran Sang Proklamator itu bukan sekadar perjalanan biasa. Namun, bentuk penghormatan tinggi serta momen refleksi bagi para kader partai untuk mendoakan almarhum Bung Karno selaku Bapak Bangsa.

"Ziarah ke Blitar ini salah satu dari rangkaian acara yang sudah kami jadwalkan di DPC PDI Perjuangan Jombang untuk memperingati Bulan Bung Karno. Seperti kita ketahui bahwa bulan Juni penuh momen bersejarah, mulai dari Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni, hingga Hari Wafat beliau nanti pada 21 Juni," ujar Donny saat diwawancarai di lokasi keberangkatan.

Donny mengatakan, konvoi penggunaan kendaraan roda dua dari hasil musyawarah dan kesepakatan bersama dengan seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) beberapa minggu sebelumnya. Setiap PAC dari total 21 kecamatan di Jombang mengirimkan 3 unit sepeda motor. Setidaknya ada  63 motor dari perwakilan kecamatan, belum termasuk tambahan dari pengurus harian DPC serta anggota Fraksi PDIP.

Donny menyebut ada filosofi mendalam di balik pemilihan moda transportasi itu, yakni memupuk rasa kepedulian dan kebersamaan yang nyata di sepanjang jalan.

"Kami memang menghendaki berangkat naik sepeda motor. Teman-teman di tingkat bawah menilai, kalau kita naik bus atau kendaraan mewah lainnya, kita seperti berada di 'zona nyaman'. Kami ingin melepas ego itu. Dengan bersepeda motor bersama seperti ini, harapannya para kader bisa jauh lebih guyub, menyatu dengan masyarakat, dan mempererat rasa persaudaraan antar-pengurus," kata dia.

Editor : Zainul Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut