get app
inews
Aa Text
Read Next : Indonesia Fair 2026, Alas Kaki Unggulan UMKM Kota Mojokerto Tembus Jepang

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Mojokerto, Teguhkan Semangat Persatuan dan Perdamaian

Senin, 01 Juni 2026 | 16:37 WIB
header img
Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila terus hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Foto: Pemkot Mojokerto)

MOJOKERTO, iNewsMojokerto.id - Pemkot (Pemerintah Kota) Mojokerto menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Sasana Praja Abhipraya, Balaikota Mojokerto, Senin (1/6/2026). Upacara dipimpin oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, yang sekaligus membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi.

Disampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila terus hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia. Sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” demikian kata Ika Puspitasari mengutip sambutan Kepala BPIP.

Ning Ita sapaan akrab wali kota Mojokerto menyampaikan Pancasila sebagai bintang penuntun yang telah telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh.

"Pancasila adalah jangkar moral dalam menghadapi turbulensi global mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik. Kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas dan aktif," tuturnya.

Dalam Pancasila terkandung musyawarah dan mufakat yang menjadi instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

"Sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata, kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera perserikatan bangsa-bangsa atau PBB. Peran kita adalah mediasi konflik regional serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekedar ketiadaan perang melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia," kata Ning Ita.

Editor : Zainul Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut