561 Pelajar di Kota Mojokerto Resmi Gabung PMR, Siap Berikan Bantuan Kemanusiaan
Pada kesempatan itu, PMI Kota Mojokerto juga terus memperkuat kapasitas pembinaan PMR melalui pelatihan bagi para guru pembina.
Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi pembina dalam mengelola unit PMR di sekolah sekaligus menyamakan persepsi materi PMR Mula, Madya, dan Wira sesuai kurikulum PMI.
“Pelatihan pembina PMR memiliki manfaat yang sangat strategis dalam memperkuat sistem pembinaan relawan sejak dini, sekaligus menjadi ajang pembaruan materi dan penguatan kolaborasi antara sekolah dengan PMI Kota Mojokerto,” ujarnya.
Para anggota PMR diharapkan dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh serta menularkannya di sekolah masing-masing.
"Jaga selalu kekompakan, jalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, dan jadikan PMR sebagai wadah untuk terus mengembangkan karakter serta empati,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru pembina dan fasilitator PMR yang selama ini telah memberikan pendampingan serta bimbingan kepada para anggota dalam memahami prinsip-prinsip kemanusiaan dan mengembangkan keterampilan kerelawanan sejak usia dini.
“Ilmu yang kalian dapatkan hari ini akan menjadi bekal berharga ketika nantinya kalian tumbuh dan menjadi bagian dari masyarakat. Teruslah menebar manfaat dan semangat kemanusiaan di mana pun berada,” tandasnya.
Ita menegaskan pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah awal untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar sebagai ujung tombak kemanusiaan, kedisiplinan, dan kesehatan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Editor: Zainul Arifin