Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto Disulap Jadi Pusat UMKM dan Ruang Kreatif Masyarakat
Advertisement . Scroll to see content

561 Pelajar di Kota Mojokerto Resmi Gabung PMR, Siap Berikan Bantuan Kemanusiaan

Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:41 WIB
  • author Zainul Arifin
561 Pelajar di Kota Mojokerto Resmi Gabung PMR, Siap Berikan Bantuan Kemanusiaan
Anggota PMR SMP-SMA se Kota Mojokerto usai dikukuhkan. (Foto: Mojokerto.iNews.id/Zainul Arifin).

MOJOKERTO, iNewsMojokerto.id - Sebanyak 561 pelajar SMP dan SMA di Kota Mojokerto resmi bergabung sebagai anggota Palang Merah Remaja (PMR), setelah dikukuhkan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita, masa bakti 2026–2027 pada Sabtu (30/5/2026).

Sebelum prosesi pengukuhan berlangsung, sebanyak 349 PMR Madya dan 212 PMR Wira mengikuti orientasi dan uji materi yang digelar oleh PMI Kota Mojokerto.

Ning Ita menegaskan, setelah pengukuhan mereka harus siap memberikan bantuan apabila dibutuhkan sewaktu-waktu.

“Tunjukkan bahwa relawan muda selalu siap siaga memberikan bantuan kemanusiaan kapan pun dan di mana pun dibutuhkan,” pesannya kepada para anggota PMR yang baru dikukuhkan di SMPN 2 Mojokerto.

Menurutnya, PMR bukan sekadar ekstrakurikuler biasa. PMR menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda agar memiliki kepedulian sosial, keberanian menolong sesama, serta menjunjung tinggi Tri Bakti PMR.

Dia mengatakan, berbagai aktivitas PMR merupakan bagian dari proses pembentukan karakter siswa. Mulai dari memberikan pertolongan pertama, mengadakan kegiatan sosial, menggalang dana kemanusiaan, mengampanyekan pola hidup sehat, menjaga Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

"Hingga meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana dan menjaga kesehatan lingkungan," kata dia. 

Pada kesempatan itu, PMI Kota Mojokerto juga terus memperkuat kapasitas pembinaan PMR melalui pelatihan bagi para guru pembina.

Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi pembina dalam mengelola unit PMR di sekolah sekaligus menyamakan persepsi materi PMR Mula, Madya, dan Wira sesuai kurikulum PMI.

“Pelatihan pembina PMR memiliki manfaat yang sangat strategis dalam memperkuat sistem pembinaan relawan sejak dini, sekaligus menjadi ajang pembaruan materi dan penguatan kolaborasi antara sekolah dengan PMI Kota Mojokerto,” ujarnya.

Para anggota PMR diharapkan dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh serta menularkannya di sekolah masing-masing.

"Jaga selalu kekompakan, jalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, dan jadikan PMR sebagai wadah untuk terus mengembangkan karakter serta empati,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru pembina dan fasilitator PMR yang selama ini telah memberikan pendampingan serta bimbingan kepada para anggota dalam memahami prinsip-prinsip kemanusiaan dan mengembangkan keterampilan kerelawanan sejak usia dini.

“Ilmu yang kalian dapatkan hari ini akan menjadi bekal berharga ketika nantinya kalian tumbuh dan menjadi bagian dari masyarakat. Teruslah menebar manfaat dan semangat kemanusiaan di mana pun berada,” tandasnya.

Ita menegaskan pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah awal untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar sebagai ujung tombak kemanusiaan, kedisiplinan, dan kesehatan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Editor: Zainul Arifin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut