Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Agustusan, Ibu-Ibu di Kota Mojokerto Lomba Membuat Sambal Dan Merangkai Bumbu Masak
Advertisement . Scroll to see content

Jaga Kualitas Makanan, 28 SPPG di Kota Mojokerto Miliki Kapasitas 2.500 Penerima Manfaat

Jum'at, 15 Mei 2026 | 20:30 WIB
  • author Zainul Arifin
Jaga Kualitas Makanan, 28 SPPG di Kota Mojokerto Miliki Kapasitas 2.500 Penerima Manfaat
Walikota Mojokerto bersama pejabat lain saat peresmian SPPG Wates. (Foto: Zainul Arifin)

MOJOKERTO, iNewsMojokerto.id - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan bahwa untuk menjaga kualitas makanan yang disajikan, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Mojokerto semula 17 menjadi 28 SPPG dengan kapasitas 2.500 penerima manfaat.

"Mari kita jaga bersama-sama dan kita awasi bersama,” tegas, Ika Puspitasari atau Ning Ita saat meresmikan SPPG Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Dia mengapresiasi langkah SPPG Wates yang telah mengikuti arahan tim verifikasi untuk melakukan relokasi dapur agar seluruh standar operasional dapat terpenuhi secara maksimal.

Dikatakan Ning Ita, pentingnya standar kelayakan operasional dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Mojokerto, Jawa Timur. Menurutnya, program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

“Dalam rangka menjamin agar makan bergizi gratis ini bisa terlaksana sesuai niat baik Bapak Presiden untuk menyehatkan anak-anak Indonesia dan menciptakan generasi emas, maka SPPG yang bertugas menyiapkan MBG harus memenuhi standar kelayakan operasional,” ujarnya.

Ning Ita menambahkan bahwa program MBG juga ditautkan dengan berbagai program prioritas nasional lain seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan program ketahanan pangan. Menurutnya, integrasi tersebut diharapkan mampu membangun sirkular ekonomi di tingkat kelurahan dan desa.

SPPG nantinya diharapkan bersinergi dengan Koperasi Merah Putih yang akan bekerja sama dengan kelompok tani, kelompok budidaya ikan, hingga peternak lokal untuk menyuplai kebutuhan bahan pangan.

“Kalau program-program ini saling bertautan, maka akan terbentuk sirkular ekonomi di masing-masing wilayah terkecil,” katanya.

Editor: Zainul Arifin

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut