Agustusan, Ibu-Ibu di Kota Mojokerto Lomba Membuat Sambal Dan Merangkai Bumbu Masak
MOJOKERTO, iNewsMojokerto.id - Momen agustusan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diisi ibu-ibu PKK Kota Mojokerto dengan acara lomba membuat sambal dan merangkai bumbu masak, Jumat (14/8/2026).
Acara yang diawali dengan senam bersama tersebut mengangkat tema PKK Merdeka Bergerak: Sehat Badan dan Juara Dapur di Rumah Rakyat. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari hadir langsung melihat keseruan emak-emak yang beradu membuat masakan. Saat lomba berlangsung, para peserta memakai pakaian merah putih.
Ning Ita, panggilan akrabnya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari semarak peringatan kemerdekaan, tetapi juga mempererat silaturahmi, meningkatkan soliditas, dan memperkuat semangat gotong royong dalam mendukung 10 Program Pokok PKK serta Panca Cita Kota Mojokerto.
Ita juga mengajak menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk mengkampanyekan pola makan dan pola hidup sehat kepada masyarakat. Menurutnya, hal tersebut penting karena angka kesakitan akibat penyakit tidak menular (PTM) di Kota Mojokerto menunjukkan peningkatan.
“Penyakit tidak menular ini dicetuskan dari pola hidup manusianya sendiri. Tidak dipengaruhi oleh virus, tidak dipengaruhi oleh bakteri, bukan berasal dari eksternal, tetapi berasal dari internal diri kita sendiri. Bagaimana kita menjaga pola hidup kita sehat,” ujarnya.
Karena itu, Wali Kota Mojokerto dua periode itu menitipkan pesan agar lomba memasak yang diikuti oleh Ibu-ibu PKK itu turut menjadi sarana kampanye konsumsi makanan sehat.
“Saya titip, kampanyekan untuk masak makanan yang sehat. Makanan yang sehat itu bukan berarti tidak boleh ada tepung-tepungnya, tidak boleh ada goreng-gorengnya. Boleh, tapi konsumsinya harus terbatas,” pesannya.
Ning Ita mengingatkan pentingnya menyesuaikan pola makan dengan usia. Seiring bertambahnya usia, metabolisme tubuh mengalami penurunan sehingga pola konsumsi dan aktivitas fisik perlu semakin diperhatikan.
“Kalau sudah usia di atas 40 tahun, di atas 50 tahun dan seterusnya, metabolisme semakin turun. Kalau mesin tubuh fungsinya menurun tetapi asupan terus dipaksakan, yang terjadi angka kesakitan PTM meningkat,” ujarnya.
Editor: Zainul Arifin