Kisah Pilu Balita di Mojokerto, Derita Gizi Buruk dan Penyakit Langka
MOJOKERTO, iNewsMojokerto.id - Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa mendatangi rumah seorang balita bernama Ahmad Novan Dwi Kristian di Desa Sambilawang, Kecamatan Dlanggu. Bocah berumur 22 bulan tersebut mengalami gangguan kesehatan, gizi buruk dan penyakit langka.
Bupati Mojokerto yang akrab dipanggil Gus Barra ini menjelaskan bahwa kondisi awal Novan diduga sebagai stunting. Namun, setelah dilakukan intervensi perbaikan gizi, berat badan anak tersebut belum menunjukkan peningkatan signifikan.
"Dengan usia hampir dua tahun, berat badannya masih jauh di bawah normal. Seharusnya sekitar 10 kilogram, namun saat ini masih 5 kilogram. Setelah dilakukan intervensi gizi, belum ada perkembangan sehingga diduga ada faktor penyakit lain,” katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di RSUD dr. Soetomo, Novan didiagnosis mengalami alergi susu sapi berat, suspect lamelar ichthyosis, serta kondisi severely underweight dan severely stunted (stunting). Penanganan dilakukan oleh tim medis dari Poli Nutrisi dan Penyakit Metabolik (NPM).
Dari hasil pemeriksaan tersebut, pasien diwajibkan mengonsumsi susu khusus alergi (Neocate) dengan dosis tertentu, menjalani pola makan ketat dengan lauk utama daging selama dua minggu, serta menghindari makanan yang mengandung susu sapi, telur, dan kacang-kacangan. Dalam waktu dekat, pasien juga dijadwalkan menjalani pemeriksaan lanjutan meliputi pemeriksaan mata dan kulit.
Gus Barra menambahkan bahwa untuk memastikan diagnosis lebih lanjut, pihaknya juga akan memfasilitasi tes genetik dengan pengambilan sampel darah yang rencananya dikirim ke Korea.
Editor : Zainul Arifin