Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bawaslu Nilai Pilbup Mojokerto Berlangsung Lancar
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Pilu Balita di Mojokerto, Derita Gizi Buruk dan Penyakit Langka

Minggu, 12 April 2026 | 20:23 WIB
  • author Zainul Arifin
Kisah Pilu Balita di Mojokerto, Derita Gizi Buruk dan Penyakit Langka
Berdasarkan hasil pemeriksaan di RSUD dr. Soetomo, Novan didiagnosis mengalami alergi susu sapi berat, suspect lamelar ichthyosis, serta kondisi severely underweight dan severely stunted (stunting). (Foto: Pemkab Mojokerto)

MOJOKERTO, iNewsMojokerto.id - Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa mendatangi rumah seorang balita bernama Ahmad Novan Dwi Kristian di Desa Sambilawang, Kecamatan Dlanggu. Bocah berumur 22 bulan tersebut mengalami gangguan kesehatan, gizi buruk dan penyakit langka.

Bupati Mojokerto yang akrab dipanggil Gus Barra ini menjelaskan bahwa kondisi awal Novan diduga sebagai stunting. Namun, setelah dilakukan intervensi perbaikan gizi, berat badan anak tersebut belum menunjukkan peningkatan signifikan.

"Dengan usia hampir dua tahun, berat badannya masih jauh di bawah normal. Seharusnya sekitar 10 kilogram, namun saat ini masih 5 kilogram. Setelah dilakukan intervensi gizi, belum ada perkembangan sehingga diduga ada faktor penyakit lain,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di RSUD dr. Soetomo, Novan didiagnosis mengalami alergi susu sapi berat, suspect lamelar ichthyosis, serta kondisi severely underweight dan severely stunted (stunting). Penanganan dilakukan oleh tim medis dari Poli Nutrisi dan Penyakit Metabolik (NPM).

Dari hasil pemeriksaan tersebut, pasien diwajibkan mengonsumsi susu khusus alergi (Neocate) dengan dosis tertentu, menjalani pola makan ketat dengan lauk utama daging selama dua minggu, serta menghindari makanan yang mengandung susu sapi, telur, dan kacang-kacangan. Dalam waktu dekat, pasien juga dijadwalkan menjalani pemeriksaan lanjutan meliputi pemeriksaan mata dan kulit.

Gus Barra menambahkan bahwa untuk memastikan diagnosis lebih lanjut, pihaknya juga akan memfasilitasi tes genetik dengan pengambilan sampel darah yang rencananya dikirim ke Korea.

"Tes genetik ini penting untuk mengetahui apakah penyakit yang diderita bersifat genetik atau faktor lainnya. Karena pemeriksaan tersebut belum tersedia di dalam negeri, sampel akan dikirim ke Korea," ujarnua.

Sebagai bentuk kepedulian, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Mojokerto turut menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp6 juta guna membantu kebutuhan pengobatan dan perawatan pasien.

Selain itu, pendampingan juga dilakukan oleh tenaga kesehatan setempat, meliputi bidan desa, ahli gizi puskesmas, serta perangkat desa yang turut mengawal proses rujukan dan pengobatan pasien.

"Kami akan terus hadir mendampingi keluarga, baik dari sisi pengobatan maupun dukungan sosial. Kami berharap keluarga tetap sabar dan kuat dalam merawat putranya," imbuhnya.

Dinas Sosial juga memproses bantuan sosial bagi keluarga guna meringankan beban selama proses pengobatan berlangsung.

"Berkaitan dengan penanganan sosial sudah akan diurus oleh Dinsos, karena memang telah diusulkan untuk mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah," tandasnya.

Editor: Zainul Arifin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut