Hidupkan Ruang Publik, Dana Abadi Kebudayaan Sasar Pelestarian Seni di Jombang
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia sekaligus Pengelola Pasar Rakyat Morosunggingan, Cucuk, menjelaskan bahwa kolaborasi ini melibatkan lebih dari 50 peserta lintas desa.
Ia menekankan bahwa kehadiran seni tradisi di tengah pasar rakyat menciptakan dampak ekonomi langsung bagi pelaku UMKM.
"Kami menargetkan adanya bias ekonomi. Saat masyarakat berkumpul untuk mengapresiasi seni, terjadi perputaran modal di tingkat pedagang kecil. Inilah esensi ruang publik yang hidup," terang Cucuk.
Penyelenggaraan acara yang berdekatan dengan bulan suci Ramadan juga memberikan warna tersendiri.
Kehadiran seni Banjari dan musik religi menjadi jembatan spiritual bagi masyarakat dalam menyambut bulan puasa dengan kegiatan yang berakar pada nilai-nilai lokal.
Melalui sinergi antara pemerintah, yayasan, dan masyarakat desa, Gelar Pentas Seni Jombangan diharapkan menjadi pemantik bagi desa-desa lain di Kabupaten Jombang untuk lebih berani memanfaatkan ruang publik mereka demi kelestarian budaya dan kesejahteraan ekonomi.
Editor : Zainul Arifin