Hidupkan Ruang Publik, Dana Abadi Kebudayaan Sasar Pelestarian Seni di Jombang
JOMBANG, iNewsMojokerto.id– Desa Morosunggingan, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, kini bertransformasi menjadi titik temu budaya dan ekonomi.
Pemanfaatan ruang publik melalui Gelar Pentas Seni dan Budaya Jombangan yang berlangsung sejak Senin (16/2/2026) di Pasar Rakyat setempat, menjadi bukti optimalisasi Dana Abadi Kebudayaan untuk menggerakkan ekosistem lokal.
Perhelatan yang diinisiasi oleh Yayasan Permata Bangsa Nusantara tersebut menyuguhkan spektrum kesenian tradisional yang komprehensif. Mulai dari syahdu alunan Gambus Misri, dinamika musik Patrol, hingga pakem pertunjukan Ludruk, Tari Remo, dan Tari Topeng, seluruhnya dihadirkan untuk memperkuat identitas budaya masyarakat Jombang.
Ketua Yayasan Permata Bangsa Nusantara, Abdul Machin, menegaskan bahwa agenda ini merupakan realisasi program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan Tahun 2025.
Menurutnya, program ini bertujuan memperkuat ekosistem seni berbasis komunitas melalui pendayagunaan ruang publik.
"Kegiatan ini bukan sekadar pentas formalitas, melainkan strategi menghidupkan ruang publik sebagai wahana interaksi sosial sekaligus mesin penggerak ekonomi warga," ujar Machin, yang juga menjabat sebagai Pendamping Lokal Desa (PLD) Morosunggingan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia sekaligus Pengelola Pasar Rakyat Morosunggingan, Cucuk, menjelaskan bahwa kolaborasi ini melibatkan lebih dari 50 peserta lintas desa.
Ia menekankan bahwa kehadiran seni tradisi di tengah pasar rakyat menciptakan dampak ekonomi langsung bagi pelaku UMKM.
"Kami menargetkan adanya bias ekonomi. Saat masyarakat berkumpul untuk mengapresiasi seni, terjadi perputaran modal di tingkat pedagang kecil. Inilah esensi ruang publik yang hidup," terang Cucuk.
Penyelenggaraan acara yang berdekatan dengan bulan suci Ramadan juga memberikan warna tersendiri.
Kehadiran seni Banjari dan musik religi menjadi jembatan spiritual bagi masyarakat dalam menyambut bulan puasa dengan kegiatan yang berakar pada nilai-nilai lokal.
Melalui sinergi antara pemerintah, yayasan, dan masyarakat desa, Gelar Pentas Seni Jombangan diharapkan menjadi pemantik bagi desa-desa lain di Kabupaten Jombang untuk lebih berani memanfaatkan ruang publik mereka demi kelestarian budaya dan kesejahteraan ekonomi.
Editor : Zainul Arifin