Banyak Kerusuhan, Gus Salam Bersama Ratusan Santri Denanyar Jombang Gelar Doa untuk Bangsa
Gus Salam mengatakan sejak terjadinya kerusuhan hingga menelan korban jiwa, pihak pesantren bersama Nahdlatul Ulama (NU) intensif menggelar amalan doa dan mujahadah.

Pada kesempatan itu, pengasuh pondok pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar tersebut juga sangat menyayangkan dan prihatin dengan maraknya aksi anarkis yang mengiringi penyampaian aspirasi di sejumlah daerah. Dia pun menegaskan bahwa tidak ada negara yang bisa maju ketika keamanan tidak terjaga.
"Unjuk rasa merupakan hal wajar dalam demokrasi, namun tidak boleh disertai tindakan perusakan. Tapi kalau anarkis, aparat harus bertindak sesuai denhan prosedur yang berlaku. Karena ini kan meresahkan kita semua,” ujar cucu almarhum KH Bisri Syansuri, pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
Gejolak sosial yang terjadi belakangan ini, disebut Gus Salam tidak lepas dari tekanan ekonomi masyarakat, maraknya PHK, hingga perilaku elite politik (DPR) yang dinilai kurang peka terhadap kondisi rakyat. “Ketika rakyat sedang kesulitan, lalu ada pejabat yang justru memamerkan gaya hidup mewah, itu semakin menambah luka sosial. Situasi ini harus segera ditangani dengan bijak,” katanya.
Dirinya menambahkan bahwa sejumlah organisasi masyarakat dari berbagai daerah telah bertemu dengan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menyampaikan keresahan publik. Sementara di tingkat lokal, pesantren dan tokoh agama akan terus menjaga komunikasi dengan pemerintah daerah.
"tapi yang paling terpenting bagi kita adalah ikut menenangkan umat, itu tugas kita," pungkasnya.
Editor : Zainul Arifin