get app
inews
Aa Text
Read Next : 5 Larangan Polisi saat Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Jombang, Wajib Diketahui Masyarakat

Banyak Kerusuhan, Gus Salam Bersama Ratusan Santri Denanyar Jombang Gelar Doa untuk Bangsa

Minggu, 31 Agustus 2025 | 14:38 WIB
header img
Banyak Kerusuhan, Gus Salam Bersama Ratusan Santri Denanyar Jombang Gelar Doa untuk Bangsa. Foto: iNewsMojokerto/Zainul Arifin

JOMBANG, iNewsMojokerto.id -  KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam bersama ratusan santri Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar Jombang melaksanakan salat gaib dan doa untuk keselamatan bangsa seiring banyak kerusuhan di sejumlah daerah. 

Salat gaib dan doa bersama dilaksanakan di masjid pondok pesantren setempat, Minggu (31/8/2025), siang selepas salat zuhur, dipimpin oleh KH Zaenal, ditujukan untuk Affan Kurniawan yang meninggal dunia dilindas mobil taktis brimob saat demonstrasi di Jakarta.

“Kami melaksanakan salat gaib untuk mendoakan saudara kita, Affan Kurniawan. Kami sangat prihatin mengapresiasi perjuangan almarhum, karena ojol itu kan orang yang bekerja, menurut kita orang bekerja itu sama dengan orang jihad, maka saya katakan Pak Affan ini syahid fisabilillah," ujarnya.

Setelah salat gaib, doa bersama digelar sebagai bentuk keprihatinan terhadap situasi yang terjadi di Indonesia saat ini. Doa bersama diharapkan dapat menjadi salah satu cara merawat kebersamaan sekaligus mendekatkan diri kepada Tuhan dan memohon perlindungan dan keselamatan bangsa.

Pantauan iNewsMojokerto.id, dengan khidmat, para santri memanjatkan doa, memohon perlindungan dari Tuhan YME bagi seluruh rakyat. Dalam doa terucap harapan besar agar seluruh anak bangsa diberikan keselamatan, ketenangan, dipersatukan serta terhindar dari perpecahan dan permusuhan.

Gus Salam mengatakan sejak terjadinya kerusuhan hingga menelan korban jiwa, pihak pesantren bersama Nahdlatul Ulama (NU) intensif menggelar amalan doa dan mujahadah.


Ratusan santri ponpes Denanyar Jombang salat gaib untuk almarhum Affan Kurniawan yang meninggal dunia tertabrak mobil taktis brimob. Foto: iNewsMojokerto/Zainul Arifin

Pada kesempatan itu, pengasuh pondok pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar tersebut juga sangat menyayangkan dan prihatin dengan maraknya aksi anarkis yang mengiringi penyampaian aspirasi di sejumlah daerah. Dia pun menegaskan bahwa tidak ada negara yang bisa maju ketika keamanan tidak terjaga.

"Unjuk rasa merupakan hal wajar dalam demokrasi, namun tidak boleh disertai tindakan perusakan. Tapi kalau anarkis, aparat harus bertindak sesuai denhan prosedur yang berlaku. Karena ini kan meresahkan kita semua,” ujar cucu almarhum KH Bisri Syansuri, pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

Gejolak sosial yang terjadi belakangan ini, disebut Gus Salam tidak lepas dari tekanan ekonomi masyarakat, maraknya PHK, hingga perilaku elite politik (DPR) yang dinilai kurang peka terhadap kondisi rakyat. “Ketika rakyat sedang kesulitan, lalu ada pejabat yang justru memamerkan gaya hidup mewah, itu semakin menambah luka sosial. Situasi ini harus segera ditangani dengan bijak,” katanya.

Dirinya menambahkan bahwa sejumlah organisasi masyarakat dari berbagai daerah telah bertemu dengan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menyampaikan keresahan publik. Sementara di tingkat lokal, pesantren dan tokoh agama akan terus menjaga komunikasi dengan pemerintah daerah.

"tapi yang paling terpenting bagi kita adalah ikut menenangkan umat, itu tugas kita," pungkasnya.

Editor : Zainul Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut