get app
inews
Aa Read Next : Pelecehan Seksual Hingga Peserta Pingsan Warnai Jalan Sehat Warsubi di Alun-alun Jombang

Sejarah Hari Anak Nasional Yang Diperingati Untuk Mendukung Generasi Penerus Bangsa

Selasa, 23 Juli 2024 | 03:59 WIB
header img
Sejarah hari anak nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli. (Foto: KemenPPPA)

MOJOKERTO, iNewsMojokerto.id - Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati setiap tanggal 23 Juli memiliki makna yang mendalam bagi anak-anak Indonesia. Dalam sejarah peringatannya, kita mengenang perjuangan dan masa depan generasi penerus bangsa. 

Dalam artikel ini akan dijelaskan tentang sejarah HAN dan alasan di balik peringatan ini. Berikut ulasannya dirangkum dari berbagai sumber. 

Jejak awal peringatan HAN dimulai dari diselenggarakannya Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Jejak rekam embrio Hari Anak Nasional sudah tergurat sejak berdirinya Kongres Wanita Indonesia (Kowani) yang diresmikan pada tahun 1946. 

Kowani sendiri merupakan organisasi kaum perempuan Indonesia. Organisasi ini memiliki akar sejak Kongres Perempuan Indonesia I pada 22 Desember 1928—beberapa pekan setelah Sumpah Pemuda.

Dalam sidangnya pada 1951, Kowani mengusulkan penetapan Hari Kanak-Kanak Nasional. Pada saat itu, upaya ini masih dalam tahap awal dan belum memiliki makna historis yang kuat. 

Namun, semangat untuk melindungi dan memperjuangkan hak-hak anak-anak telah tertanam. Hingga kemudian pada tahun 1952, Kowani menggelar Pekan Kanak-Kanak, di mana anak-anak berpawai di Istana Merdeka dan disambut langsung oleh Presiden Sukarno yang menjadi momen penting perjuangan untuk mengakui hak-hak anak.

Dalam Sidang Kowani di Bandung pada 1953, Pekan Kanak-Kanak Indonesia dirumuskan lebih serius lagi. Kegiatan ini akan rutin dilaksanakan setiap pekan kedua bulan Juli, atau saat liburan kenaikan kelas. 

Rekomendasi ini disetujui oleh pemerintah, meskipun belum merujuk kepada tanggal atau momen tertentu. Hingga pada akhirnya ditetapkan pada 23 Juli pada tahun 1984. 

Tanggal 23 Juli dipilih sebagai Hari Anak Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 44 Tahun 1984. Pemilihan tanggal ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan hari jadi Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI).

Sejak saat itu, peringatan HAN menjadi momen untuk menggencarkan gerakan Internasional World Fit for Children. Gerakan ini diwujudkan melalui Kota Layak Anak di berbagai kota di Indonesia. 

Tujuan akhirnya adalah mewujudkan Indonesia Layak Anak. Dimana setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Peringatan HAN mengajak kita untuk merenung tentang masa depan anak-anak. Bagaimana kita dapat memberikan perlindungan, pendidikan, dan kesempatan yang terbaik bagi mereka. 

Kemudian bagaimana memastikan bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia, dan cinta tanah air. Salah satu caranya adalah dengan memenuhi hak-hak anak dalam tumbuh kembangnya.

Mari kita terus berjuang bersama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak-anak. Semoga generasi penerus bangsa ini dapat menggapai impian dan potensinya dengan penuh harapan dan keberanian. 

Editor : Trisna Eka Adhitya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut