JOMBANG, iNewsMojokerto.id — Tim kolaborasi Universitas Islam Darul ‘Ulum (UNISDA) Lamongan dan Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng Jombang mengembangkan ekosistem ecopreneur di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.
Pengembangan kewirausahaan ramah lingkungan dengan mengintegrasikan pengelolaan sampah organik, pertanian ramah lingkungan, pangan sehat, dan digitalisasi usaha itu untuk penguatan ekonomi sirkular di tingkat desa melalui Program Pemberdayaan Masyarakat itu oleh Mahasiswa (PMM) Kemdiktisaintek Tahun 2026.
Bertajuk “Ecopreneur: Co-Creation Mahasiswa untuk Pengembangan Kewirausahaan Berbasis Ekonomi Sirkular dan Pangan Sehat di Desa Rejoagung” melibatkan 22 mahasiswa dari bidang Manajemen, Agroteknologi, dan Sistem Informasi/Teknik Informatika. Mereka bekerja bersama KSM Rejoagung Berseri dan KWT Rejoagung Mulyo sebagai mitra utama program.
Ketua Tim Pengusul Unisda, Siti Shoimah, S.AB., M.AB mengatakan program itu diarahkan untuk mengubah persoalan lingkungan menjadi peluang ekonomi melalui pendekatan ekonomi sirkular.
“Tidak hanya berorientasi pada pengelolaan sampah, tetapi bagaimana potensi lokal dapat diolah menjadi rantai nilai yang memberi manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Sampah Organik Jadi Sumber Daya
Salah satu fokus program adalah pengelolaan sampah organik yang diperkirakan mencapai 60–70 persen dari total timbulan sampah di wilayah mitra. Sumber sampah organik juga mencakup aktivitas rumah tangga dan sumber lokal lainnya, termasuk sampah organik dari SPPG.
Melalui kolaborasi mahasiswa, dosen, dan KSM Rejoagung Berseri, sampah organik diarahkan untuk diolah menjadi kompos dan Pupuk Organik Cair (POC). Proses tersebut didukung teknologi tepat guna, antara lain mesin pencacah, tong komposter, dan PUPO Kit.
Hasil pengolahan selanjutnya dapat mendukung kebutuhan pertanian organik yang dikembangkan bersama KWT Rejoagung Mulyo. Dengan model tersebut, program membangun hubungan hulu–hilir, dari pengelolaan limbah hingga pemanfaatannya untuk mendukung produksi pangan.
Mahasiswa Belajar, Masyarakat Berdaya
Program ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam penyelesaian persoalan masyarakat. Aktivitas mahasiswa dirancang dalam rangkaian kegiatan yang mencakup sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, hingga evaluasi.
Kegiatan tersebut juga dirancang memperoleh rekognisi akademik 6 SKS, terdiri atas 4 SKS KKN dan 2 SKS mata kuliah Kewirausahaan.
Untuk menjaga keberlanjutan program, tim menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) dan train-the trainer. SOP, modul, serta pengetahuan teknis disiapkan agar dapat diteruskan oleh masyarakat setelah pendampingan mahasiswa berakhir.
Tim juga mendorong terbentuknya forum komunikasi hulu–hilir yang mempertemukan KSM Rejoagung Berseri sebagai pengelola pupuk organik dengan KWT Rejoagung Mulyo sebagai pengembang produk pangan sehat.
Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat tersebut, PMM Kemdiktisaintek 2026 di Desa Rejoagung diarahkan untuk membangun model ecopreneur berbasis ekonomi sirkular yang menghubungkan lingkungan, pertanian, pangan, kewirausahaan, dan teknologi digital dalam satu ekosistem yang berkelanjutan
Kolaborasi Kepakaran dari Hulu hingga Hilir
Pendampingan program dilakukan secara lintas disiplin. Siti Shoimah, S.AB., M.AB. mengoordinasikan penguatan kewirausahaan, manajemen usaha, dan strategi pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Pada aspek pertanian dan lingkungan, Dian Eka Kusumawati, S.P., M.P. mendampingi pengembangan budidaya hortikultura ramah lingkungan serta pengolahan sampah organik menjadi kompos dan POC.
Sementara itu, Ir. Chamdan Mashuri, S.Kom., M.Kom. mengawal aspek digitalisasi dan sistem informasi, termasuk pengembangan Eco-Commerce, pengelolaan data produksi dan pemasaran, serta pemanfaatan Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business.
Di lapangan, 22 mahasiswa menjadi penggerak utama pendampingan bersama mitra, mulai dari pelatihan, penerapan teknologi, pengumpulan data, hingga pendampingan produksi dan pemasaran.
Dorong Produk Pangan Sehat Naik Kelas
Pendampingan KWT Rejoagung Mulyo diarahkan pada pengembangan sayuran organik dan pangan siap konsumsi, mulai dari budidaya, pemanfaatan pupuk organik, pengemasan, hingga pemasaran.
Program menargetkan pengembangan lima produk sayuran organik dengan kemasan berlabel, peningkatan masa simpan melalui teknologi pendinginan, kenaikan nilai jual hingga 30 persen, serta pertumbuhan volume penjualan hingga 25 persen.
Penguatan usaha juga mencakup pencatatan keuangan, penyusunan SOP, pembagian tugas, branding, katalog produk, dan pemasaran digital. Dengan demikian, pemberdayaan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi diarahkan hingga aspek hilirisasi dan akses pasar.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
