MOJOKERTO, iNewsMojokerto.id - Tagana Masuk Pesantren (Tamatren), komunitas siaga bencana yang dibentuk Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, membekali santri Pondok Pesantren Al Amin Putri tentang pengetahuan mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, terutama kebakaran yang kerap terjadi di wilayah setempat.
Para santri diberikan bekal ilmu yang meliputi peran pesantren dalam penanggulangan bencana, manajemen kebencanaan, kesiapsiagaan dan mitigasi di lingkungan pesantren, hingga pengenalan Tagana beserta tugas pokoknya sebagai relawan sosial.
Harapannya mereka memiliki kesadaran, kemampuan mitigasi, dan kesiapsiagaan sehingga mampu menjadi bagian dari masyarakat yang tangguh menghadapi berbagai potensi bencana.
"Meskipun sebagian besar santri berasal dari luar Kota Mojokerto, selama berdomisili di pondok pesantren yang berada di wilayah Kota Mojokerto, maka menjadi tanggung jawab pemerintah kota untuk memberikan edukasi kebencanaan sesuai amanat regulasi," kata Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang biasa akrab dipanggil Ning Ita, Senin (20/7/2026).
Ia mengatakan, Kota Mojokerto bukan termasuk daerah potensi tinggi bencana hidrometeorologi. Namun demikian, pemerintah tetap membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada tahun 2025 sebagai tindak lanjut ketentuan perundang-undangan dan untuk memperkuat koordinasi penanggulangan bencana.
"Seluruh kelurahan kini sedang dibentuk menjadi Kampung Tangguh Bencana. Salah satu prioritasnya adalah memberikan edukasi kepada masyarakat agar memahami mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Dalam hal ini BPBD bersinergi dengan Dinas Sosial melalui Taruna Siaga Bencana atau Tagana," katanya.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
