Tagana Masuk Pesantren di Mojokerto, Bekali Santri Hadapi Bencana Terutama Kebakaran

Zainul Arifin
Para santri diberikan bekal ilmu yang meliputi peran pesantren dalam penanggulangan bencana, manajemen kebencanaan, kesiapsiagaan dan mitigasi di lingkungan pesantren. (Foto: Zainul Arifin)

Menurutnya, ancaman yang paling perlu diwaspadai di wilayah perkotaan seperti Kota Mojokerto bukan bencana alam, melainkan kebakaran. Sepanjang enam bulan pertama pada 2026, tercatat sedikitnya tujuh kejadian kebakaran di Kota Mojokerto, bahkan salah satunya mengakibatkan kerugian ratusan juta rupiah.

"Karena itu santri harus memiliki pengetahuan bagaimana mencegah, menyelamatkan diri, dan tidak panik ketika terjadi keadaan darurat," kata Wali Kota Mojokerto dua periode tersebut.

Selain memberikan materi mitigasi bencana, Ning Ita jug mengenalkan layanan Call Center 112 yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam tanpa dipungut biaya sebagai layanan darurat apabila terjadi kebakaran maupun kegawatdaruratan lainnya.

Sementara itu, Kepala Pondok Pesantren Al Amin Putri, Muhammad Ali Fahrudin, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, selain memperdalam ilmu agama, santri juga perlu dibekali keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Harapan kami santri putri tidak hanya tafaqquh fiddin, tidak hanya belajar agama saja, tetapi juga memiliki keterampilan yang bermanfaat di tengah masyarakat, salah satunya kemampuan dalam menghadapi dan menanggulangi bencana. Tentu kita juga berdoa semoga Kota Mojokerto selalu dijauhkan dari bencana," ujarnya.

Editor : Zainul Arifin

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network