JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Nahdlatul Ulama (NU) akan menentukan ketua umum PBNU baru dalam Muktamar ke 35 NU yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada akhir Agustus 2026.
Sosok KH Muhammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan diharapkan para alumni Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Jombang untuk menjadi pemimpin tertinggi NU. Gus Irfan merupakan cucu pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari Tebuireng dan saat ini menjabat Menteri Haji dan Umroh.
Harapan tersebut disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum, KH Zainul Ibad Wijaya As'ad atau Gus Ulib kepada iNews.id seusai menerima kehadiran ratusan alumni di kediamannya.
Ulib menerangkan, pada Senin malam (6/7/2026) dirinya menerima kedatangan ratusan alumni Darul Ulum. Disebut Ulib, mereka merupakan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) aktif dari berbagai wilayah di Indonesia yang memiliki hak suara.
"Ada tiga pengurus PW dan 84 pengurus PC se-Indonesia alumni Darul Ulum," terangnya.
Menurutnya, para pengurus daerah tersebut membawa pesan khusus dan menitipkan amanah penting untuk diteruskan kepada Gus Irfan. Mereka berharap dan mendorong Gus Irfan maju memimpin PBNU.
Dorongan para alumni ini, disebut Ulib, berdasarkan pada keyakinan bahwa sosok Gus Irfan mampu mengembalikan citra, marwah, dan martabat NU.
"Berpesan yang isinya meminta kepada saya untuk menyampaikan pesan-pesan beliau-beliau semua agar Gus Irfan berkenan dan mau maju menjadi Ketua Umum PBNU. Itu harapan mereka," ujarnya.
Gus Ulib menyatakan kesiapannya untuk menyampaikan dorongan dari akar rumput itu secara langsung. Ia juga sangat yakin bahwa aspirasi para nahdliyin ini akan disambut baik oleh Irfan Yusuf, mengingat dedikasi dan integritasnya terhadap NU.
"Insyaallah amanah itu segera saya sampaikan dan insyaallah beliau pasti siap. Selama memang itu yang diharapkan, yang dikehendaki oleh jam'iyah, insyaallah Gus Irfan bersedia. Karena saya tahu integritas beliau terhadap NU itu tidak diragukan lagi," ujarnya.
Pengasuh Pesantren Darul Ulum Jombang tersebut memastikan totalitas Gus Irfan jika nantinya dipercaya oleh muktamirin untuk menakhodai PBNU. Selain itu Irfan Yusuf juga tidak akan ragu berkorban demi khidmatnya kepada organisasi Islam tersebut.
"Beliau, Gus Irfan, pasti siap dan bersedia dengan segala konsekuensinya untuk berkhidmat di NU, walaupun dia harus menanggalkan jabatan apapun dan meninggalkan semua yang ada," ucapnya.
Pun demikian, Gua Ulib tidak menampik adanya kendala administratif yang harus diselesaikan agar langkah maju Gus Irfan dalam kontestasi kepemimpinan PBNU berjalan lancar.
"Masalahnya ya pada aturan AD/ART, ini yang harus disesuaikan. Mudah-mudahan harapan dari akar rumput, dari nahdliyin untuk menghendaki NU lebih baik akan terwujud dengan bersedianya Gus Irfan berkhidmat kepada NU," tuturnya.
Perlu diketahui, sejumlah nama telah mengemuka sebagai kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), jelang Muktamar Ke-35 NU yang akan digelar 27-31 Agustus 2026.
Beberapa nama yang belakangan ramai diperbincangkan, di antaranya Ketua Umum PBNU saat ini Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, kemudian Zulfa Mustofa, Ketua PWNU Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, hingga Nasaruddin Umar. Namun, hingga saat ini belum ada satu figur yang benar-benar mengerucut.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
