Dikutip dari iNews.id, peristiwa tersebut melibatkan sebuah taksi yang melibatkan KRL di jalur perlintasan sehingga menyebabkan perjalanan KRL terganggu dan terpaksa KRL berhenti.
Akibat KRL yang berhenti di jalur tersebut, rangkaian kereta lain yang berada di belakangnya yakni KA Argo Bromo Anggrek tidak dapat menghindar dan akhirnya menabrak bagian belakang KRL.
Tohari menyebut bahwa seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara itu, penanganan difokuskan kepada penumpang KRL yang terdampak.
Hingga saat ini, Tohari menyampaikan sejumlah penumpang KRL telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Mereka dirujuk ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat, di antaranya RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.
Dalam proses penanganan, KAI bersama Basarnas, TNI, Polri, serta tim medis bergerak cepat untuk memberikan pertolongan dan memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan secepat mungkin.
“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus tindakan yang dilakukan saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik. Kami memahami kesedihan yang dirasakan keluarga, dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses penanganan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
