JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Warga Desa Trawasan, Kecamatan Sumobito, Jombang, Jawa Timur dihebohkan dengan tewasnya seorang pria lansia di dalam rumahnya, Rabu (4/3/2026) pukul 14.30 WIB.
Pria berusia 60 tahun, berinisial Su tersebut ditemukan tewas tragis, tergantung tali tampar di jendela rumah yang selama ini ditempatinya. Ia diduga nekat gantung diri karena depresi terlilit utang di bank.
Kapolsek Sumobito, AKP Bagus Tejo Purnomo mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh istrinya Chabibah saat ingin mengecek suaminya di kamar.
"Saat saksi mata memasuki kamar, ia sudah mendapati suaminya tewas tergantung dengan mengenakan tali tampar di jendela," kata Bagus dalam keterangannya diterima Mojokerto.iNews.id.
Bagus menjelaskan, sebelum ditemukan tewas sekitar pukul 11.00 WIB, korban mengajak Chabibah menenggak racun bersama. Namun, ajakan tersebut gagal lantaran Chabibah menolaknya.
"Setelah menolak ajakan minum racun bersama, istrinya mengambil air wudhu dan korban juga diajak salat zuhur bersama. Setelahnya itu mengaji di dalam kamar," katanya.
Tak berselang lama, Chabibah keluar kamar dan melihat suaminya sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi gantung diri di jendela rumah. Chabibah histeris dan meminta pertolongan warga.
Petugas Polsek Sumobito yang menerima laporan kejadian orang meninggal dunia gantung diri segera mendatang lokasi bersama petugas kesehatan setempat. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang menyebabkan kematiannya.
"Keterangan pihak keluarga, korban mempunyai riwayat utang di bank dan tidak sanggup membayar, hingga dipresi menyebabkan penyakit struk selama 9 bulan tidak kunjung sembuh hingga akhirnya frustasi dan bunuh diri dengan gantung diri," ujarnya.
Bagus menambahkan, keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak akan menuntut pidana ataupun perdata kepada siapapun. Jenazah kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan dan tidak dibawa ke rumah sakit.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan menginspirasi siapapun untuk bunuh diri. Bagi warga yang sedang mengalami gangguan mental bisa mengakses layanan konsultasi ke psikiater atau rumah sakit yang memiliki fasilitas pelayanan kesehatan jiwa.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
