Satu Tahun Warsubi-Salmanuddin, Kota Santri Jombang Kelihangan Ruh Pendidikan

Aries
Akademisi dari Universitas Darul Ulum Jombang, Najihul Huda. Foto Mojokerto.iNews.id/Dok Aries

Menurutnya, Jombang memiliki modal sosial yang luar biasa, yaknu pesantren, madrasah diniyah, budaya religius, dan tradisi keilmuan. Jika ini tidak diintegrasikan secara sistemik dalam kurikulum formal, maka Jombang akan kehilangan peluang menjadi model daerah berbasis karakter.

"Harmoni birokrasi itu penting. Tapi harmoni kebijakan dengan identitas kultural Jombang jauh lebih penting. Jika pendidikan karakter justru melemah, maka slogan 'membangun dengan kerja nyata dan doa' akan kehilangan substansi," ujarnya.

Ketidakpastian ini dinilai kontradiktif dengan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan SDM, serta pilar pendidikan berkualitas dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

Tanpa payung regulasi jangka panjang, kebijakan pendidikan di Jombang dikhawatirkan hanya menjadi komoditas politik lima tahunan yang kehilangan visi peradaban.

"Satu tahun adalah awal. Tapi jika arah tidak segera diperjelas, maka yang tersisa hanya seremoni capaian. Jombang tidak hanya butuh jalan dan gedung. Jombang butuh generasi berkarakter. Dan pendidikan adalah jantungnya," pungkasnya.

Editor : Zainul Arifin

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network