SURABAYA, iNewsMojokerto.id - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Pacet dan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Program KKN yang berlangsung pada 7–18 Januari 2026 ini melibatkan 819 mahasiswa kelas reguler yang diterjunkan ke 23 desa.
Berbeda dari KKN yang bersifat seremonial, Untag Surabaya menekankan pendekatan berkelanjutan dan berbasis kebutuhan masyarakat. Seluruh program KKN telah dipersiapkan selama empat bulan di kampus dan dikoordinasikan dengan mitra sasaran, sehingga mahasiswa dapat langsung mengimplementasikan solusi yang relevan di lapangan.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untag Surabaya, Prof. Dr. Slamet Riyadi, M.Si., Ak., CA., CTA., menyampaikan bahwa KKN di Mojokerto telah dilaksanakan secara konsisten sejak 2022 sebagai bagian dari strategi jangka panjang kampus dalam membangun desa.
“Kontribusi perguruan tinggi tidak bisa dilakukan secara instan. Ini adalah proses jangka panjang, seperti lari maraton, bukan sprint,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).
Salah satu fokus utama KKN Untag Surabaya adalah penerapan 97 teknologi tepat guna yang dirancang untuk memperkuat ketahanan masyarakat, meningkatkan kemandirian, serta membantu adaptasi terhadap perubahan, khususnya di sektor pertanian, pengembangan produk lokal, dan penguatan kapasitas masyarakat desa.
Editor : Trisna Eka Adhitya
Artikel Terkait
