Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Berantas Narkoba! 254 Gram Sabu Dan 19.474 Pil Dobel L Dimusnahkan di Kediri
Advertisement . Scroll to see content

Emak-emak di Jombang Demo Salawatan di Kantor Telkom, Tuntut Tower BTS Ditutup

Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:25 WIB
  • author Zainul Arifin
Emak-emak di Jombang Demo Salawatan di Kantor Telkom, Tuntut Tower BTS Ditutup
Warga Desa Losari didominasi emak-emak demo kantor Telkom Ploso Jombang menuntut penutupan tower BTS. (Foto: Zainul Arifin)

JOMBANG, iNewsMojokerto.id– Puluhan warga Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang demo kantor Telkom Ploso, Rabu (7/10/2026). Massa tidak hanya para lelaki, tapi juga emak-emak.

Mereka menuntut keberadaan tower BTS di lingkungan permukiman ditinjau ulang dan segera ditutup karena dinilai bermasalah dan mengganggu lingkungan sekitar.

Dalam aksinya di kantor Telkom, warga selain menyampaikan tuntutan melalui pengeras suara juga selawatan bersama sembari membentangkan poster berisi tuntutan. Aksi itu mendapat pengamanan ketat dari aparat gabungan TNI dan Polri. 

Salah seorang warga RW 1 Desa Losari, Suwarso (60), juga mengaku merasakan dampak dari keberadaan tower yang berdiri sangat dekat dari rumahnya. Selain merasa pusing ketika berada di dalam rumah, sejumlah benda diduga berasal dari tower pernah jatuh mengenai atap rumahnya.

“Barang tower banyak yang jatuh menimpa atap rumah sampai pecah. Kepala juga pusing-pusing,” kata Suwarso.

Ketua RW 1 Desa Losari, Haryanto, nenambahkan tower BTS di permukiman itu berdiri sekitar 1995. Selama puluhan tahun keberadaan tower tidak disertai komunikasi yang baik dengan warga sekitar.

Haryanto menyebut persoalan perizinan menjadi salah satu alasan utama warga kembali melakukan aksi. Warga, katanya, ingin mendapatkan kepastian mengenai status tower dari pihak perusahaan.

“Selama ini dari pihak Telkom tidak ada komunikasi sama sekali. Lebih baik itu dirobohkan atau diputus arus listriknya daripada di sini tidak ada kejelasan. Yang jelas warga merasa dibohongi dari pihak Telkom,” ujar Haryanto kepada wartawan.

Selain mempersoalkan izin, warga juga mengeluhkan sejumlah kejadian yang mereka anggap membahayakan. Material atau komponen dari tower beberapa kali jatuh hingga memimpa rumah warga.

“Rumah yang berada di bawahnya itu tidak berani ditempati. Dia mengaku kalau ditempati merasa pusing akibat radiasinya. Kemudian sering kali benda atau baut dari atas menjatuhi genteng rumah warga. Sampai sekarang rumah tersebut tidak berani ditempati,” ujarnya.

Hariyanto memperkirakan terdapat puluhan rumah yang berada dalam radius sekitar 50 meter dari tower dan dianggap terdampak keberadaannya. Sementara warga yang rumahnya berada paling dekat dengan menara mengalami dampak langsung.

“Yang terdampak sangat dekat ada tiga. Tapi kalau radius 50 meter sekitar 40 rumah, kurang lebih 40 rumah. Yang paling dekat Pak Warso, Pak Pugo, dan Pak Aryanto,” ujarnya.

Aksi di kantor Telkom Ploso itu, katanya, puncak dari serangkaian upaya warga untuk meminta penyelesaian. Sebelum turun ke jalan, warga telah menyampaikan keberatan kepada pihak terkait, namun belum memperoleh penyelesaian yang diharapkan.

Sementara, Account Manager Government Telkom Jombang, Syukron, mengatakan akan meneruskan aspirasi warga kepada manajemen PT Daya Mitra Telekomunikasi atau Mitratel selaku anak perusahaan grup Telkom.

“Terutama terkait perizinan, akan kami dorong PT Daya Mitra Telekomunikasi agar segera menyelesaikannya,” katanya.

Syukron menjelaskan, salah satu proses yang tengah berjalan berkaitan dengan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Menurutnya, hasil proses itu nantinya dapat menjadi dasar untuk mengetahui tower masih layak beroperasi atau membutuhkan perbaikan.

“Ketika perizinan SLF itu turun, maka akan bisa dinilai apakah tower ini masih layak beroperasi atau harus dibenahi,” jelasnya.

Ia memastikan proses tersebut akan mengikuti ketentuan dan peraturan yang berlaku. “Ya pasti, kan sudah berproses. Sudah di PUPR dan DPMPTSP,” ujarnya.

Editor: Zainul Arifin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut