Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Alumni Pesantren Tebuireng Jombang Siap Masuk Kepengurusan PBNU 2026
Advertisement . Scroll to see content

Gus Yahya Fokus Dialog Antaragama Setelah Tak Lagi Jadi Ketua Umum PBNU

Senin, 31 Agustus 2026 | 13:34 WIB
  • author Zainul Arifin
Gus Yahya Fokus Dialog Antaragama Setelah Tak Lagi Jadi Ketua Umum PBNU
Gus Yahya (tengah) menerima tim YANMU di Tambakberas, Jombang pada Senin 31 Agustus 2026. (Foto: Zainul Arifin)

JOMBANG, iNewsMojokerto.id - KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya tidak lagi menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) setelah Muktamar ke 35 NU tahun 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Minggu (30/8/2026).

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin tersebut akan  kembali fokus pada agenda dialog antaragama dan penguatan gerakan Islam Kemanusiaan (Humanitarian Islam) melalui sejumlah lembaga internasional.

Salah satunya Center for Shared Civilizational Values (CSCV) atau Pusat Nilai-Nilai Peradaban Bersama yang telah didirikan Gus Yahya. Yayasan itu menjadi sekretariat permanen yang mengurusi sekaligus mengelola pergerakan global forum Religion of Twenty (R20).

Forum itu menjadi salah satu instrumen penting dalam mempertemukan para pemimpin agama dunia untuk membangun nilai-nilai peradaban bersama. Selain CSCV, Gus Yahya juga merupakan pendiri Bayt ar-Rahmah (Bayt ar-Rahmah Li ad-Da’wa al-Islamiyah Rahmatan li al-’Alamin), yayasan keagamaan global berbasis di Amerika Serikat.

“Selain CSCV, saya juga merupakan pendiri dari yayasan keagamaan global berbasis di Amerika Serikat bernama Bayt ar-Rahmah,” kata Ketua umum PBNU periode 2021-2026 itu, Senin (31/8/2026).

Kedua lembaga nirlaba internasional itu selama ini bekerjasama dengan PBNU sebagai hubungan internasional untuk menggaungkan gerakan Humanitarian Islam sekaligus menyelenggarakan forum dialog para pemimpin agama dunia.

Menurut Gus Yahya, kerja-kerja tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan berbagai tradisi keagamaan dalam percakapan yang lebih luas mengenai persoalan kemanusiaan dan masa depan peradaban.

“Yayasan yang didirikan oleh saya, yang bertindak sebagai sekretariat permanen untuk mengurusi dan mengelola pergerakan global forum Religion of Twenty (R20), adalah Center for Shared Civilizational Values (CSCV) atau Pusat Nilai-Nilai Peradaban Bersama,” katanya.

Editor: Zainul Arifin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut