Buka Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Prabowo Tegaskan Tidak Campuri Agenda Organisasi
Dalam kesempatan itu, Prabowo turut menyinggung lagu "Syubbanul Wathan" yang hingga kini identik dengan tradisi Nahdlatul Ulama. Ia menilai lagu tersebut menjadi bukti nyata bagaimana kalangan religius sudah menanamkan jiwa nasionalisme jauh sebelum kemerdekaan Indonesia diproklamasikan.
"Lagu ini bisa dikatakan adalah lagu patriotik, lagu nasionalis, lagu yang dibuat oleh kelompok religius, tapi semangatnya adalah semangat cinta tanah air dan semangat nasionalisme yang luar biasa," ungkapnya.
Yang membuatnya kagum, kata Prabowo, adalah momen penciptaan lagu tersebut. "Syubbanul Wathan" digubah oleh KH Abdul Wahab Hasbullah bertahun-tahun sebelum Proklamasi Kemerdekaan RI dikumandangkan.
Tak lupa, dalam sambutannya Prabowo juga berkali-kali menyebut nama Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau akrab disapa Gus Yahya. Ia membenarkan pandangan yang disampaikan Gus Yahya maupun KH Hasyim Asy'ari soal pentingnya kedekatan pemerintah dengan NU.
"Yang disampaikan oleh Gus Yahya itu sangat benar. Juga oleh Kiai Hasyim. Kalau bangsa ini mau bangkit dan mau aman, pemerintah, umara, harus selalu dekat dengan Nahdlatul Ulama. Dan juga Muhammadiyah," ujarnya.
Di tengah sambutan, Prabowo bahkan menyelipkan permintaan pribadi kepada Gus Yahya soal keanggotaan NU. "Hanya, Gus Yahya, aku dari dahulu minta kartu NU. Terima kasih, sekarang sama saya ya. Kalau bisa sebelum penutupan muktamar," katanya disambut tawa hadirin.
Prabowo bahkan menyampaikan kesediaannya untuk kembali hadir jika kartu anggota tersebut sudah siap sebelum Muktamar berakhir. "Kalau penutupan tanggal 31, benar? Kalau ada kartu anggota, aku datang muktamar tahun 2031," kata Prabowo.
Muktamar ke 35 NU akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang mulai 27 hingga 31 Agustus 2026. Pada forum itu akan dilakukan pemilihan kepempimpinan NU dan juga perumusan kebijakan organisasi.
Editor: Zainul Arifin