get app
inews
Aa Text
Read Next : Matangkan Persiapan, Gus Ipul Gelar Rapat Perdana Panitia Muktamar ke 35 NU di Jombang

Dari Manuskrip Kuno Hingga Digitalisasi, Gubernur Khofifah Ingin Turats Ulama Nusantara Mendunia

Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:32 WIB
header img
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri pembukaan pameran Turats di depan kampus IAIBAFA Tambakberas Jombang. (Foto: Zainul Arifin)

JOMBANG, iNewsMojokerto.idGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri pembukaan Pameran Turats di depan Kampus IAIBAFA, Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU), Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

Khofifah berharap karya-karya ulama Nusantara yang tersimpan dalam berbagai manuskrip atau turats dapat dikenal lebih luas dan menjadi referensi bagi masyarakat dunia. Menurut Khofifah, ulama Nusantara memiliki warisan keilmuan yang sangat kaya. Namun, sebagian karya tersebut belum banyak diketahui oleh masyarakat internasional.

"Ulama-ulama kita itu kan karyanya luar biasa. Banyak sekali yang kemudian tidak terkonfirmasi kepada dunia, bukan hanya kepada santri-santrinya," ujar Khofifah.

Ia mencontohkan karya-karya ulama dari Pesantren Qomaruddin, Gresik, yang menurutnya telah membahas ilmu aljabar, aritmatika, dan matematika.

Selain bidang keilmuan tersebut, Khofifah menyebut terdapat karya ulama Nusantara yang membahas geopolitik, termasuk pemetaan kondisi geopolitik dunia. "Apalagi yang keagamaan, luar biasa banyaknya. Tafsir-tafsir juga luar biasa banyaknya," katanya.

Gubernur Jawa Timur dua periode tersebut menilai kekayaan intelektual ulama Nusantara, khususnya Jawa Timur, berpotensi menjadi bagian penting dalam perkembangan peradaban dunia. Menurut Khofifah, perkembangan peradaban selama ini bergerak dari Timur Tengah ke Eropa, kemudian Amerika, sebelum mulai bergeser ke kawasan Asia, khususnya ASEAN.

Khofifah mengaku sejak sekitar 2010 telah melihat adanya peluang bagi Jawa Timur untuk memperkenalkan model keberagamaan yang mengedepankan moderasi dan multikulturalisme.
"Peradaban dunia itu rasanya bisa berkiblat ke Indonesia, terutama Jawa Timur," ucapnya.

Ia mengatakan, nilai-nilai Islam yang berkembang di Jawa Timur, seperti moderasi dan penghargaan terhadap keberagaman, dapat menjadi referensi yang dibutuhkan masyarakat dunia. "Bagaimana Islam mengajak moderasi, multikultur, dan itu menjadi referensi yang sangat dibutuhkan oleh dunia," katanya.

Khofifah kemudian menceritakan pengalamannya ketika menemukan teknologi untuk merawat manuskrip kuno dalam sebuah expo inovasi pada 2019.

Saat itu, ia melihat manuskrip yang kertasnya telah lapuk dapat diperkuat dan tulisan yang sebelumnya tidak terlihat dapat dimunculkan kembali melalui proses tertentu.

"Yang lapuk itu bisa jadi kuat, tulisan yang tidak tampak jadi tampak. Wah, ini berarti ada peluang baru untuk bisa menghadirkan karya-karya ulama kita itu bisa menjadi referensi dunia," ujar Khofifah.

Upaya tersebut kemudian dilanjutkan melalui kerja sama dengan perwakilan diplomatik Indonesia di Arab Saudi. Sejumlah karya ulama Nusantara dipamerkan di Riyadh. Khofifah menyebut respons dari diplomat, lembaga kearsipan Pemerintah Arab Saudi, hingga kalangan akademisi cukup besar.

"Mereka kemudian mengenali pikiran-pikiran dan kedalaman keilmuan ulama-ulama kita," katanya.

Karena itu, Khofifah menilai perlu ada penguatan kemitraan untuk menggali dan memperkenalkan karya-karya ulama, tidak hanya dari Jawa Timur, tetapi juga dari berbagai wilayah Nusantara.

Turats Jadi Sumber Kekayaan Intelektual

Khofifah menjelaskan, turats merupakan manuskrip yang merekam pemikiran dan karya keilmuan ulama pada masa lalu.

Menurut dia, manuskrip tersebut dapat menjadi pintu untuk mengenali kembali kedalaman keilmuan ulama Nusantara yang selama ini belum banyak diketahui dunia. Ia menyebut karya-karya ulama Nusantara memiliki kekayaan keilmuan yang dapat disejajarkan dengan tradisi intelektual besar dalam sejarah Islam.

"Jadi mereka yang ingin menemukenali kedalaman keilmuan ulama-ulama kita, maka mereka bisa melihat kembali betapa bahwa ada Ibnu Sina, ada Al-Farabi, ada Al-Jabar. Nah, itu keilmuan itu ternyata juga dimiliki oleh ulama-ulama kita," tuturnya.

Khofifah juga mengapresiasi upaya digitalisasi dan penerbitan kembali turats yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sebagian karya, kata dia, telah didigitalisasi, sementara sebagian lainnya telah disajikan dalam bentuk ikhtisar.

"Saya rasa referensi kita akan makin kaya, bagaimana kedalaman keilmuan ulama-ulama Nusantara dari ratusan tahun yang lalu sampai dengan hari ini keilmuannya tetap update untuk bisa membaca berbagai fenomena hari ini dan akan datang," tandasnya.

Editor : Zainul Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut