Bongkar Ratoon Serentak di 11 Kabupaten, Khofifah Optimistis Jatim Capai Swasembada Gula
KEDIRI, iNewsMojokerto.id - Khofifah Indar Parawansa optimistis Jawa Timur (Jatim) mampu mendukung target swasembada gula konsumsi nasional melalui program bongkar ratoon tebu yang digelar serentak di 11 kabupaten dan 15 titik.
Bongkar ratoon dipusatkan di Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, yang disebut menjadi wilayah terluas pelaksanaan program tersebut di Indonesia.
“Diharapkan tahun ini kita bisa mencapai swasembada gula konsumsi. Salah satu yang diharapkan adalah peningkatan produktivitas dan luas lahan, khususnya di Jawa Timur,” kata Khofifah saat menghadiri bongkar ratoon di Kabupaten Kediri, Sabtu (23/5/2026).
Program bongkar ratoon dilakukan secara masif menggunakan benih varietas unggul guna meningkatkan produktivitas tebu. Selain kuantitas produksi, pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas melalui kenaikan rendemen gula.
Khofifah menyebut rendemen di Pabrik Gula (PG) Ngadirejo pada musim giling tahun ini telah mencapai 8,5 persen atau meningkat dibanding musim sebelumnya.
“Tentu yang diharapkan adalah peningkatan rendemen. Ini artinya sudah ada peningkatan dibanding rendemen tebu sebelumnya,” ujarnya.
Khofifah juga menyinggung antrean pengiriman tebu yang sempat terjadi di pabrik gula. Namun, kondisi tersebut diyakini segera terurai seiring dimulainya proses penggilingan di PG Pesantren dan PG Meritjan.
Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa menyatakan Kabupaten Kediri mendapat target bongkar ratoon seluas 7.000 hektare pada tahun ini. Menurutnya, hingga saat ini realisasi Surat Keputusan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Perkebunan telah mencapai 2.186 hektare, sedangkan lahan yang sudah dilakukan bongkar ratoon mencapai 486 hektare.
“Insyaallah kita optimistis bisa mencapai target 7.000 hektare bongkar ratoon,” katanya.
Ia menambahkan, varietas tebu yang ditanam dalam program tersebut di antaranya SN 41 dan Cenning. Adapun total luas lahan tebu di Kabupaten Kediri mencapai sekitar 22 ribu hektare.
Editor : Zainul Arifin