Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ini Dia 9 Kiai Tim AHWA Penentu Rais Aam dan Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-35 NU Jombang
Advertisement . Scroll to see content

Muktamar NU 2026 di Jombang, Gus Salam Minta Panitia PBNU Mencontoh Panlok Bersikap Netral

Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:26 WIB
  • author Zainul Arifin
Muktamar NU 2026 di Jombang, Gus Salam Minta Panitia PBNU Mencontoh Panlok Bersikap Netral
Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam. (Foto: Zainul Arifin)

JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam memberikan apresiasi kepada panlok (panitia lokal) Muktamar ke 35 Nahdlatul Ulama (NU) yang tidak mendukung para calon kandidat ketua umum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama).

Apresiasi tersebut diberikan setelah dirinya melakukan silaturahim dengan Ketua Yayasan PPBU (Pondok Pesantren Bahrul Ulum) Tambakberas sekaligus Ketua Panlok (Panitia Lokal) KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq.

Dalam pertemuan itu, kata Gus Salam, Gus Rozaq menyampaikan persiapan Muktamar ke-35 NU yang akan dilaksanakan pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang telah mencapai sekitar 90 persen, baik dari sisi akomodasi maupun kebutuhan pendukung lainnya.

Gus Salam mengapresiasi langkah Gus Rozaq yang secara tegas mengarahkan seluruh keluarga besar Tambakberas agar pelaksanaan muktamar berjalan baik dan penuh kesejukan.

“Gus Rozaq juga meminta kepada semua keluarga besar Tambakberas untuk tidak ikut menjadi—katakan—pendukung atau tim sukses para kandidat. Saya kira itu teladan yang sangat baik, dan harusnya juga dicontoh panitia muktamar di tingkat PBNU,” kata Gus Salam ditemui di Pondok Pesantren, Rabu (19/8/2026).

Cucu pendiri NU KH Bisri Syansuri tersebut menegaskan bahwa, panitia muktamar memiliki tanggung jawab utama untuk menyiapkan berbagai kebutuhan teknis, seperti infrastruktur dan akomodasi.

Dirinya pun mengingatkan agar panitia tidak menunjukkan keberpihakan dan kecenderungan terhadap pihak tertentu, maupun kepentingan pribadi yang dapat mengganggu transparansi dan sportivitas pelaksanaan muktamar.

“Ada indikator-indikator yang menunjukkan keberpihakan dari panitia-panitia muktamar tentang proses-proses ini, walaupun itu perlu divalidasi. Tapi saya kira itu bukan hal yang rahasia lagi, karena hari ini semua informasi terbuka. Ya, yang seperti beredar di banyak media sosial, beredar di berbagai informasi yang ada,” ujar mantan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur tersebut.

Gus Salam menyayangkan apabila terdapat indikasi panitia pusat tidak menjalankan tugas secara obyektif. Ia mengajak seluruh pihak untuk kembali pada semangat utama muktamar, yakni menjaga nilai-nilai kebersamaan dan kehormatan organisasi.

“Ayolah kita kembali kepada semangat muktamar, semangat menjaga, merawat kedaulatan, marwah, dan martabat Nahdlatul Ulama memasuki abad kedua,” tandas pria yang juga akan maju menjadi calon ketua umum PBNU tersebut.

Editor: Zainul Arifin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut