Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Inspirasi Piala Dunia 2026, Siswa di Jombang Buat Batik Motif Sepak Bola
Advertisement . Scroll to see content

PMM Kemdiktisaintek, Unisda–Unhasy Bangun Ekosistem Kewirausahaan Ramah Lingkungan di Jombang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:35 WIB
  • author Zainul Arifin
PMM Kemdiktisaintek, Unisda–Unhasy Bangun Ekosistem Kewirausahaan Ramah Lingkungan di Jombang
Pengembangan kewirausahaan ramah lingkungan dengan mengintegrasikan pengelolaan sampah organik, pertanian ramah lingkungan, pangan sehat, dan digitalisasi usaha. (Foto: istimewa)

Sampah Organik Jadi Sumber Daya

Salah satu fokus program adalah pengelolaan sampah organik yang diperkirakan mencapai 60–70 persen dari total timbulan sampah di wilayah mitra. Sumber sampah organik juga mencakup aktivitas rumah tangga dan sumber lokal lainnya, termasuk sampah organik dari SPPG.

Melalui kolaborasi mahasiswa, dosen, dan KSM Rejoagung Berseri, sampah organik diarahkan untuk diolah menjadi kompos dan Pupuk Organik Cair (POC). Proses tersebut didukung teknologi tepat guna, antara lain mesin pencacah, tong komposter, dan PUPO Kit.

Hasil pengolahan selanjutnya dapat mendukung kebutuhan pertanian organik yang dikembangkan bersama KWT Rejoagung Mulyo. Dengan model tersebut, program membangun hubungan hulu–hilir, dari pengelolaan limbah hingga pemanfaatannya untuk mendukung produksi pangan.

Mahasiswa Belajar, Masyarakat Berdaya

Program ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam penyelesaian persoalan masyarakat. Aktivitas mahasiswa dirancang dalam rangkaian kegiatan yang mencakup sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, hingga evaluasi.

Kegiatan tersebut juga dirancang memperoleh rekognisi akademik 6 SKS, terdiri atas 4 SKS KKN dan 2 SKS mata kuliah Kewirausahaan.

Untuk menjaga keberlanjutan program, tim menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) dan train-the trainer. SOP, modul, serta pengetahuan teknis disiapkan agar dapat diteruskan oleh masyarakat setelah pendampingan mahasiswa berakhir.

Tim juga mendorong terbentuknya forum komunikasi hulu–hilir yang mempertemukan KSM Rejoagung Berseri sebagai pengelola pupuk organik dengan KWT Rejoagung Mulyo sebagai pengembang produk pangan sehat.

Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat tersebut, PMM Kemdiktisaintek 2026 di Desa Rejoagung diarahkan untuk membangun model ecopreneur berbasis ekonomi sirkular yang menghubungkan lingkungan, pertanian, pangan, kewirausahaan, dan teknologi digital dalam satu ekosistem yang berkelanjutan

Editor: Zainul Arifin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut