get app
inews
Aa Text
Read Next : 2 Orang Tewas Kecelakaan Beruntun Kontainer Rem Blong di Jombang, Sopir Tersangka

Kesaksian Mencekam Korban Selamat Kecelakaan Beruntun di Jombang, Terdorong Kontainer Hingga 2 Meter

Kamis, 23 Juli 2026 | 13:24 WIB
header img
Sabar, korban selamat kecelakaan beruntun di depan pabrik sepatu Pei Hai Jombang. (Foto: Mojokerto.iNews.id/Zainul Arifin)

JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Sabar (47), salah satu korban selamat dalam kecelakaan beruntun di Jalan Raya Desa Janti Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang pada Rabu (23/7/2026) pagi, menceritakan detik-detik mengerikan saat kontainer rem blong menabrak dirinya dari belakang. 

Saat itu, Sabar tengah dalam perjalanan dari rumah hendak sowan (silaturahmi) ke KH Nurhadi (Mbah Bolong). Sabar mengendarai motor Yamaha Vega R bernopol S 2181 OY, seorang diri dari arah timur. Tak ada firasat apapun saat perjalanan dari rumahnya.

Tiba di depan pabrik sepatu PT Pei Hai, Jalan Raya Surabaya-Jombang, Sabar berhenti. Sebab, pagi itu banyak karyawan pabrik Pei Hai menyeberang jalan untuk masuk kerja. Suasana arus lalu lintas ramai berubah menjadi mencekam saat mobil besar melaju dari arah Surabaya tiba-tiba menghantam sejumlah kendaraan dari bagian belakang.

"Kan jam masuk (karyawan pabrik), disuruh berhenti sama yang menyeberangkan jalan. Tiba-tiba ada mobil besar dari belakang menyeruduk dan saya tidak tahu," kata Sabar, ditemui iNewsMojokerto.id di Rumah Sakit Umum Daerah Jombang, Kamis (3/7/2026).

Sabar menggambarkan kerasnya benturan hingga membuat sejumlah kendaraan sepeda motor dan pejalan kaki di lokasi termasuk dirinya, dihantam oleh trailer dari belakang.

"Saya dengar suara batu seperti dilempar-lempar, kretek-kretek gitu, kemudian saya ikut terseruduk, terdorong ke depan kurang lebih dua meter. Truk kontainer saat itu melaju kencang," tuturnya.

Dalam suasana kacau, sejumlah orang berteriak histeris dan berusaha menghindar dari truk boks hino bernopol B 9188 PEU yang dikemudikan oleh Abdul Aziz (24) warga Desa Girijabaya Kecamatan Muncang Kabupaten Lebak. 

Di tengah kepanikan, Sabar yang luka parah namun masih sadar, melihat pemandangan memilukan di jalur arteri tersebut. Sejumlah orang mengalami luka, hingga meninggal dunia.

"Saya waktu itu sadar waktu, tidak bisa lari kemana mana, tidak bisa menghindar. Kaki patah mau putus, dan berfikir bagaimana ini menyambungnya," kata Sabar didampingi istri dan anaknya.

Tak lama berselang, petugas kepolisian dan tim medis tiba di lokasi. Para korban dievakuasi ke rumah sakit terdekat, termasuk Sabar. Sementara, sopir dan kendaraan diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Direktur RSUD Jombang Puji Umbaran mengatakan bahwa kondisi Sabar secara umum, perlahan mulai membaik. Namun, tetap harus dilakukan perawatan medis lanjutan, termasuk tindakan operasi kaki. 

"Kesadaran pasien bagus, cuma memang kakinya yang bermasalah, ada banyak yang patah, kompleka dan aka kita lakukan pembedahan, mudah-mudahan penanganan berjalan dengan baik," ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa saat itu ada tiga korban luka yang dirujuk ke RSUD Jombang, termasuk Sabar. Namun, dua di antaranya diizinkan pulang dan cukup rawat jalan karena luka ringan.

Kasus kecelakaan maut pada Rabu (22/7/2026) pukul 06.30 WIB itu telah ditangani unit penegakan hukum Satlantas Polres Jombang. Data dari kepolisian menyebutkan, dua orang tewas dan enam orang luka dalam insiden tersebut. Polisi telah melakukan serangkaian penyelidikan hingga menetapkan sopir trailer sebagai tersangka serta melakukan penahanan.

Editor : Zainul Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut