Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Indonesia Fair 2026, Alas Kaki Unggulan UMKM Kota Mojokerto Tembus Jepang
Advertisement . Scroll to see content

21 Jabatan Kosong, Kota Mojokerto Matangkan Implementasi Manajemen Talenta ASN

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:04 WIB
  • author Zainul Arifin
21 Jabatan Kosong, Kota Mojokerto Matangkan Implementasi Manajemen Talenta ASN
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama BKN Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, dan Deputi bidang pembinaan penyelenggaraan manajemen ASN Herman,. (Foto: Istimewa).

MOJOKERTO, iNewsMojokerto.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, Jatim terus mematangkan implementasi manajemen talenta sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan pengembangan karier Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Sistem manajemen talenta tersebut nantinya akan diterapkan untuk mengisi jabatan yang kosong. Saat ini, terdapat 21 jabatan yang kosong, terdiri atas tiga Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, tujuh jabatan administrator, dan sebelas jabatan pengawas.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari telah ekspos implementasi manajemen talenta di hadapan tim Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI di Kantor BKN, Jakarta Timur, pada Selasa (21/7/2026), kemarin.

Wali Kota Mojokerto didampingi Tim Komite Talenta ASN dan Tim Sekretariat Komite Talenta ASN memaparkan tahapan implementasi manajemen talenta sekaligus melakukan simulasi sistem rekomendasi pengisian jabatan secara digital.

Simulasi itu menguji kemampuan sistem dalam merekomendasikan kandidat terbaik berdasarkan kompetensi, potensi, kinerja, dan rekam jejak ASN saat terjadi kekosongan jabatan.

"Kami ingin memastikan sistem yang dibangun benar-benar mampu memberikan rekomendasi kandidat secara otomatis ketika terdapat jabatan yang lowong. Dengan begitu, proses pengisian jabatan menjadi lebih cepat, terukur, dan berbasis data," kata Ika Puspitasari, dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).

Saat ini Pemkot Mojokerto memiliki 3.663 ASN yang didominasi aparatur usia produktif. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam menyiapkan kader pemimpin melalui implementasi manajemen talenta.

Perempuan yang akrab dipanggil Ning Ita tersebut, mengatakan bahwa manajemen talenta merupakan langkah strategis untuk membangun birokrasi yang profesional sekaligus menyiapkan regenerasi kepemimpinan di lingkungan Pemkot Mojokerto. Pelayanan publik yang berkualitas hanya dapat diwujudkan apabila didukung ASN yang kompeten, profesional, dan ditempatkan sesuai kapasitasnya.

"Karena itu, kami menyiapkan sistem yang mampu mengidentifikasi sekaligus mengembangkan talenta-talenta terbaik yang dimiliki Kota Mojokerto," kata Wali Kota Mojokerto dua periode tersebut.

Dia menegaskan, pengembangan ASN (aparatur sipil negara) tidak lagi hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan jabatan, tetapi harus dilakukan secara terencana melalui sistem yang mampu memetakan potensi setiap pegawai.

"Manajemen talenta bukan sekadar proses administrasi kepegawaian. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan pemimpin masa depan yang memiliki kompetensi, integritas, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah," tegasnya.

Menurutnya, implementasi manajemen talenta juga akan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap ASN untuk berkembang sesuai kompetensi dan prestasinya.

"Sistem ini akan menciptakan pola pengembangan karier yang lebih objektif, transparan, dan akuntabel. Jabatan nantinya diisi oleh ASN yang memang memiliki kompetensi terbaik, bukan semata-mata berdasarkan senioritas," imbuhnya.

Pemkot Mojokerto berharap sistem yang dibangun dapat berjalan optimal sesuai ketentuan BKN sebagai fondasi birokrasi yang adaptif, profesional, dan mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Editor: Zainul Arifin

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut