get app
inews
Aa Text
Read Next : Kekerasan Pengurus NU Bukan di Arena Muktamar Tapi di Hotel Jombang, Diserahkan Proses Hukum

Kolaborasi Mahasiswa Unisda dan Unhasy di Jombang, Olah Limbah Dapur Jadi Pupuk Organik Cair

Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:56 WIB
header img
Mahasiswa Unisda Lamongan dan Unhasy Jombang memberikan pelatihan mengolah limbah dapur SPPG menjadi pupuk organik cair. (Foto: Zainul Arifin)

JOMBANG, iNewsMojolerto.id - Kolaborasi apik dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Islam Darul 'Ulum (Unisda) Lamongan dan Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Jombang. Mereka menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari bahan limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.

Tidak hanya berisi penyampaian teori, tetapi juga praktik langsung pembuatan pupuk organik cair. Warga diajak mempelajari seluruh tahapan, mulai dari pemilahan limbah organik, pencacahan bahan, pencampuran dengan aktivator, proses fermentasi, hingga teknik penyimpanan dan penggunaan pupuk.

Kolaboratif Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari dua kampus itu, menjadi bagian dari dukungan Program Pemberdayaan Pangan Lestari (P2L) sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna dan ramah lingkungan.

Salah satu dosen pertanian, Dian Eka Kusumawati, S.P., M.P menjelaskan, limbah dapur seperti sisa sayuran, kulit buah, dan bahan organik lainnya dapat diolah melalui proses fermentasi menjadi pupuk organik cair yang kaya unsur hara.

"Melalui proses fermentasi yang tepat, limbah organik rumah tangga dapat diubah menjadi pupuk yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanaman sekaligus mengurangi jumlah sampah organik," kata Dian Eka saat memberikan materi.

Salah satu perwakilan mahasiswa KKN dari Unisda, Moh. Alfian Mahendra mengatakan, pengabdian kepada masyarakat itu bertujuan meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan.

"Selain membantu mengurangi limbah organik dari dapur SPPG, pemanfaatan limbah menjadi pupuk organik cair juga dinilai mampu memberikan alternatif pupuk yang lebih hemat biaya bagi masyarakat," ungkap Alfian, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi selama pelatihan berlangsung. Warga aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai penerapan pupuk organik cair pada tanaman pekarangan maupun lahan pertanian.

"Kami berharap pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat diterapkan secara mandiri sehingga limbah organik tidak lagi dipandang sebagai sampah, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi lingkungan," ujarnya.

KKN Kolaboratif mahasiswa Unisda Lamongan dan Unhasy Jombang ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya budaya pengelolaan limbah yang berkelanjutan serta mendukung ketahanan pangan dan lingkungan yang lebih sehat di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso.

Editor : Zainul Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut