Miris, Sekolah di Jombang Ini Mulai Ditinggalkan, Tahun Ajaran Baru 2026 Hanya Dapat 1 Murid
JOMBANG, iNewsMojokerto.id – Sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Jombang, Jawa Timur tampaknya mulai ditinggalkan. Salah satunya SDN Mojongapit 3. Pada tahun ajaran baru ini, sekolah berlokasi di tengah kota itu hanya dapat 1 murid.
"Tahun ajaran baru ini hanya ada satu siswa laki-laki yang masuk, dan yang lulus 19 anak, sehingga ada selisih 18 siswa dari jumlah sebelumnya," kata Kepala SDN Mojongapit 3, Zumaroh Is’adah , Senin (13/7/2026).
Satu sswa baru itu merupakan anak laki-laki dari keluarga pendatang. Kakak siswa itu sebelumnya lebih dulu pindah ke SDN Mojongapit 3 saat duduk di kelas IV setelah ayahnya meninggal dunia.
"Mereka pindah dari daerah Trowulan, Mojokerto, setelah ayahnya meninggal dunia. Sekarang ibunya tinggal dan bekerja di sini, kemudian adiknya masuk kelas I di sekolah kami," katanya.
Zumaroh mengatakan kondisi hanya memperoleh satu siswa baru ini merupakan pertama kali. Tahun lalu, sekolah di bawah naungan dinas pendidikan dan kebudayaan itu menerima tiga siswa baru.
"Setelah itu jumlahnya sempat bertambah sedikit setiap tahun, tetapi juga ada yang mutasi keluar, sehingga jumlahnya naik turun," katanya.
Dia menambahkan, karena hanya menerima satu siswa baru kelas I, maka proses kegiatan belajar mengajar akan dilakukan layaknya pembelajaran privat dengan pendampingan guru di kelas.
"Kami sudah merencanakan agar dia tidak merasa kesepian. Nantinya tetap ada dua guru dan sesekali belajar bersama kelas lain sehingga tetap bisa berinteraksi dengan teman-teman yang lebih atas," imbuhnya.
Zumaroh mengungkapkan, tahun ajaran baru tahun lalu, beberapa kelas terpaksa digabung. Kondisi itu lantaran lembaga pendidikan milik pemerintah itu kekurangan guru.
"Tahun ajaran 2025–2026 lalu kami hanya memiliki dua guru kelas. Akhirnya guru mata pelajaran juga ikut mengajar dan memegang kelas. Karena guru harus bergantian mengajar di kelas lain, beberapa kelas sering digabung," ungkapnya.
Kondisi itu memengaruhi para wali murid. Menurut Zumaroh, berdasarkan hasil komunikasi dengan sejumlah orang tua yang sempat berencana mendaftarkan anaknya, mereka mengurungkan niatnya karena khawatir proses belajar mengajar tidak berjalan optimal.
"Mereka mengatakan, kalau tidak ada gurunya, nanti anak saya bagaimana? jangan-jangan tidak terurus," ungkap Zumaroh menceritakan keluh kesah wali murid.
Nah, pada tahun ajaran baru ini, Zumaroh menyebut kondisi tenaga pendidik mulai membaik. SDN Mojongapit 3 mendapatkan tambahan tiga guru baru sehingga kini memiliki lima guru kelas. Meski demikian, sekolah tersebut masih kekurangan satu guru kelas.
"Alhamdulillah tahun ini sudah ada tambahan tiga guru baru sehingga sekarang ada lima guru kelas. Tetapi memang masih kurang satu guru lagi," kata dia.
Adanya penambahan guru tersebut, pihak sekolah berharap kepercayaan masyarakat kembali meningkat. Sekolah berkomitmen memperbaiki kualitas pembelajaran maupun pelayanan kepada seluruh peserta didik agar menjadi daya tarik bagi calon siswa maupun siswa pindahan.
"Kami akan berusaha meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelayanan agar anak-anak merasa nyaman. Kami juga berharap ada siswa mutasi, karena dalam beberapa tahun terakhir selalu ada satu atau dua siswa yang pindah masuk, baik dari dalam desa maupun luar Jombang," ujarnya.
Editor : Zainul Arifin