get app
inews
Aa Text
Read Next : Lembaga Pendidikan Jadi Penginapan Muktamar NU, Santri Tambakberas Jombang Belajar Daring

Perdami Periksa 750 Pasang Mata Santri Penghafal Al-Quran di Jombang, Deteksi Kelainan Refraksi

Minggu, 05 Juli 2026 | 13:21 WIB
header img
Pengasuh Ponpes Hamalatul Qur'an KH Ainul Yaqin bersama tim medis saat memeriksanya kesehatan mata. (Foto: Mojokerto.iNews.id/Zainul Arifin).

JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami) Jawa Timur (Jatim) menggelar acara skrining kesehatan mata dan pemeriksaan refraksi bagi santri penghafal Al-Quran di Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an, Jombang, Minggu (5/7/2026).

Ada sekitar 750 pasien yang diperiksa matanya oleh tenaga medis. Tujuannya untuk mendeteksi kelainan refraksi. Mereka tidak hanya menjalani skrining gangguan penglihatan, tapi juga memperoleh kacamata gratis sesuai dengan hasil pemeriksaan.

Ketua Perdami Jatim dr. Sutjipto, Sp.M(K) mengatakan, bakti sosial tersebut digelar dalam rangka Bulan Bakti Perdami Jawa Timur 2026 yang berkolaborasi dengan Ikatan Refraksionis dan Optometris Indonesia (Iropin) Pengurus Daerah Jawa Timur.

Pemeriksaan difokuskan pada deteksi kelainan refraksi atau gangguan penglihatan yang banyak dialami anak usia sekolah. Kelainan ini dinilai kerap menghambat proses belajar apabila tidak segera ditangani.


Santriwati penghafal Al-Quran saat menjalani pemeriksaan mata di Ponpes Hamalatul Qur'an Jombang. (Foto: Mojokerto.iNews.id/Zainul Arifin).

Sebanyak 750 santri-santriwati Ponpes Hamalatul Qur'an ditargetkan mengikuti pemeriksaan tersebut. Mereka yang terbukti membutuhkan alat bantu penglihatan akan langsung difasilitasi dengan kacamata tanpa dipungut biaya alias gratis.

"Santri kan salah satu komponen bangsa, garda terdepan pemimpin bangsa, yang saat ini sedang proses belajar. Jadi kita ingin hambatan gangguan penglihatan karena refraksi itu bisa kita atasi, salah satunya dengan memberikan bantuan kacamata. Sehingga proses belajar yang membutuhkan ketajaman penglihatan optimal bisa berjalan lancar," ujarnya ditemui di sela pemeriksaan.

Untuk menunjang pelayanan, sebanyak 60-70 orang relawan terdiri dokter spesialis mata, optometris serta tenaga kesehatan diterjunkan. Tim melakukan pemeriksaan ketajaman penglihatan, mengukur kebutuhan lensa, sekaligus memastikan tidak ada gangguan mata lain yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Apabila selama pemeriksaan ditemukan indikasi penyakit mata yang tidak dapat ditangani hanya dengan penggunaan kacamata, maka peserta akan diberikan surat rujukan memperoleh pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan yang memiliki layanan spesialis mata.

"Kalau misalnya ditemukan ketajaman penglihatan yang tidak cocok, seharusnya kalau refraksi ini tidak cocok, ada kelainan, kita akan berikan rujukan nantinya. Rujukan untuk ditangani lebih detail lagi kelainannya di mana," ucapnya.

Editor : Zainul Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut