Seribu Buruh Bersiap Hadapi PHK, Jombang Malah Dapat Penghargaan Turunkan Angka Pengangguran
JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Jombang telah dinobatkan sebagai Terbaik 3 Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran Tingkat Kabupaten se-Regional Jawa-Bali pada malam puncak penganugrahan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Jawa-Bali yang digelar di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (4/6/2026), lalu.
Selain trofi, Jombang juga mendapat dana Insentif Fiskal sebesar Rp1 miliar dari Pemerintah Pusat. Bupati Jombang Warsubi menerima penghargaan langsung dari Menteri Koordinator Bidang Politik & Keamanan RI, Djamari Chaniago.
“Alhamdulillah, penghargaan ini adalah wujud nyata dari kerja keras, gotong royong, dan sinergi seluruh elemen masyarakat serta jajaran Pemkab Jombang. Penghargaan ini seutuhnya milik warga Jombang," kata Bupati Warsubi.
Namun, di balik capaian gemilang itu, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mengancam pabrik plywood PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Jumlah buruh yang akan menjadi korban PHK mencapai 1000 orang, terancam menjadi pengangguran di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jombang, Isawan Nanang Risdiyanto, menyatakan pihaknya menerima surat pemberitahuan PHK dari PT SGS pada Senin, 8 Juni 2026.
"Jumlah total karyawan sebanyak 2.100 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 1.000 orang di-PHK. Kami sudah menerima surat pemberitahuan dari PT SGS," kata Isawan kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).
Isawan mengungkapksn, tim deteksi dini Disnaker Jombang rutin melakukan supervisi setiap bulan untuk memantau hubungan industrial di perusahaan. Hingga Kamis, 4 Juni 2026, belum ada kebijakan PHK.
Namun sehari setelahnya, pihak HRD PT SGS memberi tahu rencana PHK, dan pada Senin, 8 Juni 2026, surat resmi dikirim ke Disnaker Jombang. Pengurangan sif dari tiga menjadi dua juga diberlakukan, dengan prioritas PHK diberikan pada tenaga produksi, bukan tenaga penunjang.
"Kami besok memanggil manajemen PT SGS. Sehingga kami mengetahui bagaimana kondisi perusahaan dan rencana PT SGS selanjutnya. Dari pemerintah berharap PHK itu tidak terjadi," ungkap Isawan.
Pemanggilan itu diharapkan bisa menemukan solusi agar pekerja tetap berkelanjutan dan investasi perusahaan pengolahan kayu di Jombang itu tetap berjalan.
Berdasarkan penilaian tim ahli, Kabupaten Jombang di bawah kepemimpinan Bupati Warsubi dinilai unggul dalam beberapa aspek strategis, antara lain: Perencanaan ketenagakerjaan yang matang dan berkelanjutan. Keberpihakan APBD yang kuat dalam mendanai program-program penurunan pengangguran.
Keberhasilan menurunkan angka pengangguran secara berkala berbasis data terpadu BPS. Solusi kreatif yang dihadirkan daerah dalam memperluas lapangan kerja.
Warsubi menegaskan bahwa penghargaan itu didedikasikan untuk seluruh masyarakat Jombang dan jajaran OPD yang telah bekerja keras di lapangan. Adapun Dana insentif fiskal senilai Rp1 miliar akan dialokasikan kembali secara akuntabel untuk menggenjot program penyerapan tenaga kerja, penguatan kompetensi terpadu, serta pemberian inovasi stimulus bagi sektor makro-mikro ekonomi daerah agar angka pengangguran di Kabupaten Jombang dapat terus ditekan.
“Mengenai dana insentif fiskal sebesar satu miliar rupiah yang diamanahkan oleh Pemerintah Pusat, insyaAllah akan kami alokasikan kembali secara tepat sasaran dan akuntabel. Dana ini akan kami fokuskan untuk memperluas lapangan kerja baru, meningkatkan pelatihan kompetensi pemuda, serta memperkuat UMKM daerah," katanya.
Editor : Zainul Arifin