get app
inews
Aa Text
Read Next : Penyaluran Bantuan Pangan di Kabupaten Kediri Tembus 93 Persen, Ini Angkanya

Perajin Tahu di Kediri Menjerit! Harga Kedelai Naik Imbas Pelemahan Rupiah

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:50 WIB
header img
Demi bertahan dari lonjakan biaya produksi, perajin tahu Kediri terpaksa menaikkan harga jual tahu dan mengurangi kapasitas produksi imbas pelemahan rupiah. (Foto: Joko Dwi)

KEDIRI, iNewsMojokerto.id– Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berimbas pada pelaku usaha tahu di Kediri, Jawa Timur. Kondisi ini memicu kenaikan harga kedelai yang menjadi bahan baku utama produksi.

Demi bertahan dari lonjakan biaya produksi, mereka terpaksa menaikkan harga jual tahu dan mengurangi kapasitas produksi.

Salah satunya dirasakan Tri Pramulaksono, perajin tahu di Kampung Tahu, Gang IV, Kelurahan Tinalan, Kota Kediri. Ia mengaku harga kedelai impor terus meningkat dalam dua bulan terakhir. Sebelumnya berkisar Rp9.000 per kilogram (kg) kini mencapai Rp10.800 per kg.

Menurutnya, kedelai impor masih menjadi pilihan utama karena menghasilkan kualitas tahu yang lebih baik dibanding kedelai lokal. Meski biaya produksi melonjak, Tri tetap mempertahankan produksi dengan menaikkan harga tahu sekitar Rp100 per potong. 

“Untuk mengatasinya ya mengurangi produksi dan menaikkan harga tahu. Kalau mengecilkan ukuran tidak bisa karena cetakannya tidak bisa diubah,” kata Tri saat ditemui di tempat produksinya, Selasa (9/6/2026).

Tri mengatakan jumlah produksi tahu harian dikurangi guna mengendalikan biaya operasional. Jika sebelumnya dilakukan hingga lima kali dalam sehari, kini proses produksi dilakukan tiga hingga empat kali. “Dulu bisa lima kali masak, sekarang tinggal tiga sampai empat kali,” ujarnya.

Dalam satu kali proses produksi, kata Tri, dibutuhkan sekitar delapan kilogram kedelai yang menghasilkan sekitar 200 potong tahu. Kenaikan harga bahan baku membuat margin keuntungan kian menipis sehingga pengurangan produksi menjadi pilihan yang sulit dihindari.

Tidak hanya berdampak pada perajin, kenaikan harga tahu juga mulai memengaruhi daya beli masyarakat. Sejumlah konsumen disebut memilih mencari produk lain yang harganya lebih terjangkau.

“Permintaan juga berkurang. Karena harga naik, pembeli kadang mencari yang lebih murah. Semua pedagang juga bersaing,” katanya.

Tri menuturkan kondisi itu telah berlangsung sekitar dua bulan terakhir seiring kenaikan harga kedelai impor yang dipengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk membantu menstabilkan harga kedelai agar usaha tahu skala rumahan tetap dapat bertahan.

“Yang paling penting pemerintah harus bisa mengatasi masalah ini. Kalau harga kedelai terus naik, tentu semakin sulit bagi perajin,” tandasnya.

Editor : Zainul Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut