Mihat dari Dekat Melatih Mental Anak Usia Dini dalam Parade Drumband di Jombang
JOMBANG, iNewsMojokerto.id — Sinar matahari pagi pada Sabtu (30/5/2026) mulai menyengat Halaman SMA Negeri 3 Jombang. Namun, keriuhan dan tawa renyah ribuan anak usia dini justru mengalahkan hawa panas yang perlahan membakar aspal.
Hari itu, bukan sekadar parade biasa yang sedang berlangsung, melainkan sebuah panggung besar pembuktian bagi generasi belia untuk melatih mental, memupuk bakat, dan merajut rasa percaya diri.
Ikatan Guru Taman Kanak-kanak (IGTKI) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Jombang sukses menggelar Parade Drumband dan Pawai Budaya.
Mengambil sudut pandang pengembangan potensi anak, ajang ini membuktikan bahwa instrumen musik yang rumit pun mampu dikuasai oleh anak-anak berusia di bawah lima tahun, asalkan diberikan ruang percaya diri yang tepat.
Musik drumband umumnya diidentikkan dengan aktivitas siswa sekolah dasar hingga tingkat menengah atas karena membutuhkan koordinasi fisik dan konsentrasi yang tinggi.
Namun, stigma tersebut dipatahkan di Jombang. Sebanyak 51 sekolah jenjang TK-PAUD yang terbagi ke dalam 7 gugus se-Kecamatan Jombang turun ke jalan, melibatkan sedikitnya 2.000 anak dan didampingi oleh sekitar 4.000 wali murid.
Mengenakan kostum yang beraneka ragam, mulai dari replika seragam mayoret mini hingga pakaian adat, anak-anak ini berbaris rapi. Tangan-tangan mungil mereka dengan cekatan memukul snare drum, mengayunkan stick, hingga meniup pianika dengan ritme yang terjaga.
Bagi para pendidik, mempersiapkan anak usia dini untuk tampil di depan ribuan pasang mata bukanlah perkara instan. Nur Rohmah, salah satu guru dari TK-KB Al-Zahra yang berlokasi di Kelurahan Jelakombo, Jombang ini mengungkapkan bahwa proses latihan membutuhkan waktu yang panjang dan kesabaran ekstra.
"Kami mempersiapkan parade yang dikemas dalam bentuk lomba ini tidak hanya dalam sehari dua hari. Pola latihan intensif seperti ini merupakan metode yang sangat efektif untuk memupuk rasa percaya diri anak-anak sejak awal," ujar Nur Rohmah.
Melatih anak usia di bawah lima tahun untuk berani tampil di muka umum memiliki tantangan tersendiri. Seringkali, anak-anak di usia ini dihadapkan pada rasa cemas (demam panggung) atau kehilangan fokus saat melihat kerumunan massa.
Melalui media drumband, anak-anak secara tidak langsung dipaksa untuk keluar dari zona nyaman mereka. Secara psikologis dan akademis, seni musik drumband memberikan stimulasi multiaspek bagi tumbuh kembang anak.
Editor : Zainul Arifin