get app
inews
Aa Text
Read Next : Jago Merah Mengamuk, Gudang Bank Sampah di Jombang Hangus Terbakar

Mihat dari Dekat Melatih Mental Anak Usia Dini dalam Parade Drumband di Jombang

Senin, 01 Juni 2026 | 16:11 WIB
header img
Salah satu peserta Parade Drumband dari TK-KB Al-Zahra. Foto: Mojokerto.iNews.id/Aries

JOMBANG, iNewsMojokerto.id  — Sinar matahari pagi pada Sabtu (30/5/2026) mulai menyengat Halaman SMA Negeri 3 Jombang. Namun, keriuhan dan tawa renyah ribuan anak usia dini justru mengalahkan hawa panas yang perlahan membakar aspal.

Hari itu, bukan sekadar parade biasa yang sedang berlangsung, melainkan sebuah panggung besar pembuktian bagi generasi belia untuk melatih mental, memupuk bakat, dan merajut rasa percaya diri.

Ikatan Guru Taman Kanak-kanak (IGTKI) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Jombang sukses menggelar Parade Drumband dan Pawai Budaya.

Mengambil sudut pandang pengembangan potensi anak, ajang ini membuktikan bahwa instrumen musik yang rumit pun mampu dikuasai oleh anak-anak berusia di bawah lima tahun, asalkan diberikan ruang percaya diri yang tepat.

Musik drumband umumnya diidentikkan dengan aktivitas siswa sekolah dasar hingga tingkat menengah atas karena membutuhkan koordinasi fisik dan konsentrasi yang tinggi.

Namun, stigma tersebut dipatahkan di Jombang. Sebanyak 51 sekolah jenjang TK-PAUD yang terbagi ke dalam 7 gugus se-Kecamatan Jombang turun ke jalan, melibatkan sedikitnya 2.000 anak dan didampingi oleh sekitar 4.000 wali murid.

Mengenakan kostum yang beraneka ragam, mulai dari replika seragam mayoret mini hingga pakaian adat, anak-anak ini berbaris rapi. Tangan-tangan mungil mereka dengan cekatan memukul snare drum, mengayunkan stick, hingga meniup pianika dengan ritme yang terjaga.

Bagi para pendidik, mempersiapkan anak usia dini untuk tampil di depan ribuan pasang mata bukanlah perkara instan. Nur Rohmah, salah satu guru dari TK-KB Al-Zahra yang berlokasi di Kelurahan Jelakombo, Jombang ini mengungkapkan bahwa proses latihan membutuhkan waktu yang panjang dan kesabaran ekstra.

"Kami mempersiapkan parade yang dikemas dalam bentuk lomba ini tidak hanya dalam sehari dua hari. Pola latihan intensif seperti ini merupakan metode yang sangat efektif untuk memupuk rasa percaya diri anak-anak sejak awal," ujar Nur Rohmah.

Melatih anak usia di bawah lima tahun untuk berani tampil di muka umum memiliki tantangan tersendiri. Seringkali, anak-anak di usia ini dihadapkan pada rasa cemas (demam panggung) atau kehilangan fokus saat melihat kerumunan massa.

Melalui media drumband, anak-anak secara tidak langsung dipaksa untuk keluar dari zona nyaman mereka. Secara psikologis dan akademis, seni musik drumband memberikan stimulasi multiaspek bagi tumbuh kembang anak.

Pertama adalah melatih konsentrasi dan kognitif, anak harus mengingat ketukan, menghafal tempo, dan mendengarkan instruksi mayoret di tengah kebisingan.

Kedua adalah kerja sama tim (teamwork), drumband tidak mengajarkan keegoisan. Jika satu anak memukul alat musik terlalu cepat, harmoni lagu akan rusak. Di sinilah nilai tenggang rasa dan kerja sama ditanamkan.

Ketiga adalah ketahanan fisik dan disiplin, berjalan di bawah terik matahari sembari membawa beban alat musik membentuk karakter anak yang tangguh dan tidak mudah menyerah.

Ia menegaskan bahwa esensi utama dari keikutsertaan mereka bukanlah trofi juara, melainkan pembentukan mental positif.

"Kami mengeluarkan satu regu, dan antusiasme anak-anak luar biasa. Dukungan dari orang tua juga sangat baik," tambah Nur Rohmah.

Keberhasilan memupuk potensi anak tidak dapat bertumpu pada pihak sekolah saja. Membludaknya jumlah wali murid yang hadir mencapai 4.000 orang menjadi bukti adanya sinergi yang kuat dalam ekosistem pendidikan di Jombang.

Kehadiran orang tua di tepi lapangan bukan sekadar menjadi penonton, melainkan menjadi pilar pendukung psikologis (support system) utama bagi anak.

Ketika anak melihat orang tua mereka tersenyum dan memberikan tepuk tangan dari balik pagar pembatas, muncul stimulasi positif di dalam otak anak yang memicu rasa aman sekaligus meningkatkan harga diri (self-esteem) mereka.

Kegiatan yang diinisiasi oleh IGTKI PGRI Kecamatan Jombang ini merupakan refleksi penting mengenai arah pendidikan anak usia dini. Pembelajaran tidak lagi disempitkan hanya di dalam ruang kelas dengan metode membaca, menulis, dan berhitung (calistung), melainkan diperluas melalui ekspresi seni dan aktivitas motorik kasar.

Seni musik komunal seperti drumband terbukti menjadi wadah strategis dalam membentuk karakter (character building). Anak-anak diajarkan untuk berani berdiri tegak, memandang ke depan, dan bangga atas apa yang mereka tampilkan.

"Kegiatan yang menggembirakan seperti ini sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, sekaligus menjadi bekal dalam mempersiapkan mereka menjadi generasi emas yang tangguh dan bertanggung jawab di masa depan," pungkas Nur Rohmah.

Editor : Zainul Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut