Waspadai Penyebaran Tuberkulosis di Permukiman Padat, Kota Mojokerto Perbesar Skrining
Dalam kesempatan itu, Ning Ita, sapaan akrabnya meminta pelaksanaan skrining dilakukan secara proporsional berdasarkan jumlah dan kepadatan penduduk masing-masing kelurahan agar hasilnya lebih efektif.
“Saya setuju jumlah skrining diperbesar karena Kota Mojokerto ini pusat perdagangan dan jasa, tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai daerah. Potensi penularannya tentu lebih besar,” imbuhnya.
Seluruh kader dan masyarakat diharapkan untuk bersama-sama menyukseskan program nasional penanggulangan TB demi melindungi kesehatan warga Kota Mojokerto.
“Mari kita jaga bersama Kota Mojokerto agar tidak semakin banyak warga yang terkena TB. Ini bagian dari upaya menyelamatkan masyarakat,” kata dia.
Editor : Zainul Arifin