get app
inews
Aa Text
Read Next : Kemenag Jombang Bawa Pulang 5 Penghargaan, Kinerja Strategi Medsos Terbaik hingga MQKI 2025

Terobosan Penanganan Mata Kering Muncul dari Indonesia

Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:57 WIB
header img
Direktur Pengembangan & Pendidikan, JEC Group Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, SpM(K), PhD (kiri) saat menerima penghargan Healthcare Asia Awards 2026.

JAKARTA, iNewsMojokerto.id — Penanganan mata kering di Indonesia masih menjadi tantangan, seiring tingginya angka kasus yang kerap tidak terdiagnosis sejak dini. Kondisi ini mendorong perlunya pendekatan terpadu, mulai dari edukasi masyarakat hingga standardisasi diagnosis dan terapi, agar gejala yang kerap dianggap sepele tersebut dapat ditangani secara tepat dan tidak berdampak pada kualitas penglihatan.

Di Indonesia, penyakit mata kering diperkirakan memengaruhi sekitar 27,5% populasi atau lebih dari 76 juta orang. Namun, kondisi ini masih sering kurang terdiagnosis dan penanganannya belum konsisten. 

Salah satu rumah sakit mata yang menjawab tantangan itu dan diakui oleh internasional adalah JEC Eye Hospitals and Clinics (JEC) yang menghadirkan pendekatan terpadu yang menggabungkan edukasi publik dengan standardisasi protokol klinis di seluruh jaringan layanan. Program ini dilengkapi dengan microsite edukasi serta alat penilaian mandiri berbasis gim menggunakan Dry Eye Questionnaire-5, yang memungkinkan skrining gejala secara lebih terstruktur. 

Direktur Pengembangan & Pendidikan, JEC Group Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, SpM(K), PhD mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk melakukan inovasi guna mendapatkan diagnosis yang tepat hingga pelayanan yang optimal. 

“Melalui inovasi seperti program penanganan mata kering yang terintegrasi serta penguatan sistem layanan bedah yang efisien, kami ingin memastikan bahwa setiap pasien mendapatkan diagnosis yang akurat, terapi yang tepat, dan pengalaman layanan yang optimal. Ke depan, JEC Eye Hospitals and Clinics berkomitmen untuk terus menjadi rujukan utama dalam layanan kesehatan mata, sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas penglihatan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3/2026).

Dari hal itu, prestasi pun diraih jaringan rumah sakit mata terkemuka di Indonesia ini melalui ajang Healthcare Asia Awards 2026. JEC Eye Hospital and Clinics pun meraih dua penghargaan bergengsi, yaitu Clinical Service Initiative of the Year – Indonesia dan Specialty Clinic of the Year (Ophthalmology) – Indonesia.

Penghargaan tersebut diterima oleh Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, SpM(K), pada Kamis, 26 Maret 2026 di Marina Bay Sands, Singapura, sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan JEC Eye Hospitals and Clinics dalam menghadirkan inovasi layanan klinis berbasis standardisasi serta keunggulan operasional yang terukur dalam memberikan layanan kesehatan mata berkualitas tinggi. Healthcare Asia Awards sendiri merupakan ajang penghargaan yang memberikan apresiasi kepada rumah sakit dan institusi layanan kesehatan di Asia yang terus mendefinisikan standar keunggulan industri, baik dari sisi kualitas klinis, inovasi layanan, maupun dampaknya terhadap komunitas.

Direktur Pengembangan & Pendidikan, Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, SpM(K), PhD mengatakan bahwa penghargaan ini menjadi refleksi sekaligus pendorong bagi JEC Eye Hospitals and Clinics untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan mata di Indonesia. 

“Penghargaan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi JEC Eye Hospitals and Clinics, tetapi juga merupakan validasi atas pendekatan kami dalam membangun layanan kesehatan mata yang terstandarisasi, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Capaian ini sekaligus memperkuat posisi JEC Eye Hospitals and Clinics sebagai salah satu eye care leader di Indonesia yang secara konsisten menghadirkan inovasi, standar klinis berkelas internasional, serta layanan yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” jelasnya. 

Selain itu, JEC Eye Hospitals and Clinics juga menyelenggarakan program observership internasional di Jepang dan Korea Selatan untuk memperluas wawasan dokter spesialis terhadap pendekatan diagnosis dan terapi terbaru. Dalam satu tahun implementasi, program ini berhasil meningkatkan angka diagnosis mata kering rata-rata sebesar 30% di seluruh cabang JEC Eye Hospitals and Clinics, dengan beberapa pusat layanan mencatat peningkatan hingga 80% setelah penerapan protokol terstandarisasi.

Inisiatif ini juga menghadirkan layanan Dry Eye Spa, yang mengintegrasikan penanganan kelenjar meibomian berbasis protokol serta terapi intense pulsed light ke dalam perawatan rutin. Program pengembangan tenaga kesehatan mencakup lebih dari 150 dokter spesialis mata, lebih dari 400 perawat, dan lebih dari 650 tenaga kesehatan pendukung guna memastikan standar layanan yang konsisten di berbagai cabang JEC Eye Hospitals and Clinics.

Sementara itu, penghargaan Specialty Clinic of the Year (Ophthalmology) – Indonesia diberikan atas kinerja operasional JEC @ Tambora yang menunjukkan efisiensi layanan serta kualitas klinis yang terukur.

Klinik ini beroperasi di fasilitas seluas sekitar 500 meter persegi, didukung oleh 11 dokter spesialis mata dan sekitar 30 staf. Sepanjang tahun 2024, JEC @ Tambora mencatat lebih dari 35.000 kunjungan rawat jalan dan melakukan lebih dari 5.000 tindakan operasi, termasuk lebih dari 3.500 prosedur katarak.

Klinik ini juga mencatat tingkat konversi dari admisi ke tindakan operasi yang melampaui rata-rata cabang JEC Eye Hospitals and Clinics lebih dari 65%, menjadikannya yang tertinggi di antara klinik JEC Eye Hospitals and Clinics. 

Meski memiliki volume tindakan yang tinggi, JEC @ Tambora tetap menjaga standar keselamatan pasien dengan tingkat komplikasi yang dilaporkan sekitar 1%, mencerminkan kualitas layanan yang konsisten dan terjaga.

Selama lebih dari empat dekade, JEC Eye Hospitals and Clinics terus mengembangkan layanan berbasis subspesialis untuk menjawab kebutuhan pasien yang semakin kompleks. Hingga kini, JEC Eye Hospitals and Clinics telah melakukan lebih dari 250.000 operasi katarak dan 150.000 prosedur koreksi refraksi berbasis LASIK dan SMILE, menjadikannya salah satu penyedia layanan kesehatan mata paling berpengalaman di Indonesia.

JEC juga dikenal sebagai pelopor teknologi kesehatan mata di Indonesia, mulai dari menghadirkan LASIK pertama pada 1997, teknologi FLACS pada 2012, hingga SMILE PRO pada 2022. Layanan subspesialis terus diperkuat melalui berbagai pusat unggulan guna menghadirkan diagnosis yang lebih akurat dan penanganan yang komprehensif.

Lebih lanjut, Prof. Tjahjono menegaskan bahwa pengakuan ini semakin memperkuat komitmen JEC Eye Hospitals and Clinics untuk menghadirkan layanan kesehatan mata berstandar global serta memperluas akses layanan di Indonesia. 

“Ke depan, JEC Eye Hospitals and Clinics akan terus berfokus pada pengembangan inovasi klinis, peningkatan kompetensi tenaga medis, serta pemanfaatan teknologi medis terkini guna memastikan setiap pasien memperoleh layanan yang aman, efektif, dan berstandar internasional,” tutupnya.

Editor : Trisna Eka Adhitya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut